Penemuan Mayat Pria Korban Mutilasi

Tersangka Wanita Pembunuh Rinaldi Ternyata Lulusan MIPA UI, Pernah Pegang Jabatan Ini Saat Kuliah

Laeli Atik Supriyatin alias LAS disorot usai terlibat pembunuhan dan mutilasi HRD Manager, Rinaldi Harley Wismanu (32).

Editor: Elga H Putra
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
DAF (26) alias Fajri dan LAS (27) alias Laeli tersangka kasus mutilasi saat ditemui Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana 

TRIBUNJAKARTA.COM - Laeli Atik Supriyatin alias LAS (27) menjadi sorotan usai terlibat pembunuhan dan mutilasi Rinaldi Harley Wismanu (32), yang mayatnya ditemukan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Bersama sang kekasih, Djumadil Al Fazri, Laeli bertindak sadis kepada manajer HRD berama Rinaldi di sebuah kamar apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Namun, di balik aksi sadisnya itu, Laeli ternyata merupakan lulusan kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI).

Dia dulu berkuliah di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UI.

Ketua BEM UI Tahun 2014, Ivan Riansa juga mengenal Laeli.

Ia menuturkan, Laeli kerap melayangkan kritik terhadap organisasi yang dipimpinnya tersebut semasa kuliah.

“Kalau dibilang suka mengkritik, memang benar. Makanya dulu motivasinya mau menjadi pemira Karena dia pengen biar pemimpin 2015 itu menurut dia bisa lebih baik daripada saya,” kata Ivan ketika dihubungi, Sabtu (19/8/2020).

Rekonstruksi kasus mutilasi di Apartemen Kalibata yang digelar di Polda Metro Jaya, Jumat (18/9/2020).
Rekonstruksi kasus mutilasi di Apartemen Kalibata yang digelar di Polda Metro Jaya, Jumat (18/9/2020). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Ivan menuturkan, dirinya mengenal Laeli saat wanita 27 tahun ini menjadi project officer Pemira UI pada tahun 2014 silam.

“Saya kan Ketua BEM 2014 pas pemilu pertama Pak Jokowi. Nah, Laeli itu Saya kenal menjelang pergantian akhir tahun kan ada transisi kepemimpinan juga di lembaga kemahasiswaan UI. Enggak cuma di BEM, ada di tiga lembaga lah eksekutif,legislatif, yudikatif. BEM, MPM dan MWA UI,” bebernya.

Ivan menilai, kritikan yang dilemparkan Laeli terhadap pihaknya cukup relevan dan merupakan hal yang lumrah dalam dunia organisasi.

“Kritikannya standar saja soal politik internal kampus kok, tidak substansial karena Indonesia juga sedang pesta demokrasi ya sehingga BEM juga fokusnya keluar, aktif untuk mengawal pemilihan dengan baik. Karena salah satunya kita juga mengatur lokasi biar anak-anak daerah di UI bisa milih,” ujarnya.

Kendati demikian, Ivan berujar bahwa Laeli tak tuntas mengemban tugas nya sebagai project officer, lantaran diberhentikan di tengah jalan.

“Secara kinerja yang belum banyak publik tahu, dia di tengah jalan saat menjalankan amanah sebagai project officer juga dipecat akhirnya sama lembaga yudikatif. Tidak perform juga (kinerjanya),” ungkapnya.

Diduga, pemecatan ini disebabkan karena Laeli berafiliasi atau berpihak dengan satu diantara sejumlah calon.

Teman Kuliah di UI Beberkan Perilaku Tersangka Wanita Pemutilasi : Dulunya Tukang Kritik dan Dipecat

Tempat Hiburan di Bekasi Terancam Ditutup Jika Tak Patuhi Aturan Pembatasan Jam Operasional

“Kan harusnya dia lembaga penyelenggara kayak KPUnya, harusnya tidak boleh berpihak. Makanya akhirnya dihentikan oleh semacam DKPP dan ada saya juga salah satunya,” jelas Ivan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved