Breaking News:

Demo Buruh Tolak Omnibus Law

Tolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, Penampakan Lautan Buruh Tangerang di Jalan Daan Mogot

Dari informas di lapangan, ribuan buruh tersebut rencananya akan melakukan konvoi menuju DKI Jakarta.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Ribuan buruh dari Tangerang yang akan bertolak ke DKI Jakarta untuk melakukan unjuk rasa menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang disekat oleh petugas gabungan, Rabu (7/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, BATUCEPER - Sebagian jalanan di Kota Tangerang hari ini ramai dipadati buruh yang melanjutkan aksinya menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

Seperti yang terpantau di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang yang menuju Jakarta keadaan lalu lintas macet total dipadati oleh pendemo yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua.

Dari informas di lapangan, ribuan buruh tersebut rencananya akan melakukan konvoi menuju DKI Jakarta.

Namun, aksi mereka terlanjur dicegat aparat kepolisian dan TNI yang menutup badan jalan menggunakan mobil komando dan mobil pengurai huru-hara.

Ribuan buruh dari Tangerang yang akan bertolak ke DKI Jakarta untuk melakukan unjuk rasa menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang disekat oleh petugas gabungan, Rabu (7/10/2020).
Ribuan buruh dari Tangerang yang akan bertolak ke DKI Jakarta untuk melakukan unjuk rasa menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang disekat oleh petugas gabungan, Rabu (7/10/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Langkah para buruh yang mengenakan berbagai macam atribut itu pun terhenti tepat diperbatasan Kota Tangerang dengan Kalideres, Jakarta Barat.

Sambil mengadakan orasi, sang orator buruh menyebut puncak aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja ini dilakukan besok, Kamis (8/10/2020).

"Pak polisi terhormat, harapannya besok sesuai pemberitahuan yang kami layangkan ke Mabes Polri tujuan aksi kami ke DPR," teriak orator yang menggunakan pengeras suara, Rabu (7/10/2020).

Menurut buruh, massa tidak ada niat sedikut pun untuk dengan aparat kepolisan maupun TNI.

Massa turun ke jalan hanya ingin memperjuangkan hak-haknya yang didegradasi akibat pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker)

"Besok kami tidak dipaksa untuk berbenturan dengan aparat karena kami murni memperjuangkan hak kami yang tertindas. Tidak ada aksi kami ini ditunggangi," kata sang orator.

Ribuan buruh dari Tangerang yang akan bertolak ke DKI Jakarta untuk melakukan unjuk rasa menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang disekat oleh petugas gabungan, Rabu (7/10/2020).
Ribuan buruh dari Tangerang yang akan bertolak ke DKI Jakarta untuk melakukan unjuk rasa menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang disekat oleh petugas gabungan, Rabu (7/10/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Sementara, Wakapolres Metro Tangerang Kota, AKBP Yudhistira Midhyawan mengatakan, pihaknya memblokade unjuk rasa ini agar tidak ada kerumunan massa di Jakarta.

"Orang yang kondangan saja kita bubarkan apa lagi kerumunan seperti unjuk rasa ini. Hari ini di Tangerang semua titik yang ke Jakarta unjuk rasa kita sekat," ucapnya di lokasi.

Ia menjelaskan pihaknya dibantu Batalyon, Brimob dan TNI ada sekitar 1.000 pasukan yang diterjunkan untuk pengamanan dan penyekatan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved