Breaking News:

Telepon Terakhir Anak yang Tewas Dibegal di Bekasi, Duka Sang Ayah: Dia Jawab, Iya Mau Pulang

Sendi Bastianto (40) berduka setelah anaknya Andika Putra Prananda (16), tewas di tangan begal. Ia bercerita mengenai telepon terakhir sang anak.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Suasana rumah duka korban begal Andika Putra Prananda (16), Kavling Tunas Jaya, Harapan Mulya, Medan Satria, Kota Bekasi, Selasa (22/12/2020). Keluarga Sendi Bastianto (40) berduka setelah anaknya bernama Andika Putra Prananda (16), tewas di tangan begal. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Sendi Bastianto (40) berduka setelah anaknya bernama Andika Putra Prananda (16), tewas di tangan begal.

Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Perjuangan, Teluk Pucung, Bekasi Utara.

Sendi Bastianto (40) berharap polisi segera menangkap pelaku begal yang membunuh anaknya di Jalan Perjuangan, Teluk Pucung, Bekasi Utara pada, Senin (21/12/2020) dini hari.

Sendi pun menceritakan telepon terakhir dengan sang anak yang pamit menuju rumah teman di daerah Tambun, Kabupaten Bekasi.

Andika meminta izin mengendarai sepeda motor Honda Scoopy milik ibunya pada malam sebelum kejadian.

Sedangkan insiden begal berdarah itu terjadi pada Senin (21/12/2020) dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Scoopy milik ibunya menuju kediaman teman di daerah Tambun, Kabupaten Bekasi.

"Pamitnya si ngomong mau ke Tambun ke rumah teman sekolahnya, dari rumah dia jalan sendiri, pamitnya jam 7 malam kira-kira," kata Sendi.

Sebagai orangtua, Sendi mengizinkan putranya pergi bermain.

Halaman
1234
Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved