Sisi Lain Metropolitan
Kisah Sang Pelukis Senior, Hartono Ungkap Alasan Tak Pernah Torehkan Namanya di Spanduk Pecel Lele
Pelukis spanduk pecel lele senior, Hartono (51) enggan menaruhkan namanya di setiap spanduk yang selesai dilukisnya.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
Ternyata, hasil karya Hartono untuk usahanya sendiri menarik perhatian temannya di Paguyuban Keluarga Besar Ngayung (PKBN) Jabodetabek.
Ia disarankan untuk menjual jasa lukisnya kepada penjual pecel lele lainnya.
Selama berjualan pecel lele, Hartono juga terkadang melayani pesanan melukis spanduk pecel lele.
Total Melukis Spanduk
Pada tahun 2008, Hartono memutuskan untuk 'gantung wajan' dan beralih total menggeluti usaha jasa lukis spanduk pecel lele.
Sewa tempat yang mahal dan kewajiban mencukupi kebutuhan hidup dua anak buahnya menjadi pertimbangan Hartono untuk berhenti.
Ia beberapa kali pindah lapak warung pecel lele. Setiap pindah, usahanya seakan kembali dari nol.
"Ketika kita geser tempat, itu nanti kita dari awal lagi seperti kembali ke titik nol," lanjutnya.
Ia juga memberanikan diri terjun di dunia lukis spanduk karena sudah banyak penjual pecel lele yang mengetahui keahliannya.
Bersama istrinya, Sriningsih (47), Hartono mulai merintis usaha tersebut.
Spanduk dibuat dengan dua teknik, sablon dan lukis. Teknik sablon untuk mencetak huruf sedangkan gambar-gambar hewan dilukis dengan cat.
Teknik melukis Hartono belajar secara otodidak. Ia sering melakukan survey ke berbagai spanduk pecel lele. Setelah itu, ia pelajari bentuk tulisan dan gambarnya.
Rata-rata spanduk pecel lele hanya awet selama dua tahun. Lebih dari itu biasanya sudah rusak dan kusam.
Menurut Hartono, yang belajar dari pengalamannya berdagang, penjual pecel lele biasanya menyimpan spanduk ala kadarnya saja. Padahal, spanduk itu penting untuk sebuah jenama usaha.
"Ketika udah malam kan capek. Jadi kadang-kadang main gulung aja. Diikatnya asal-asalan. Akhirnya besok jamuran, kalau termasuk orang yang rajin setelah kehujanan sarungnya itu direndam di bak dan dijemur," jelasnya.
