Sisi Lain Metropolitan

Kisah Sang Pelukis Senior, Hartono Ungkap Alasan Tak Pernah Torehkan Namanya di Spanduk Pecel Lele

Pelukis spanduk pecel lele senior, Hartono (51) enggan menaruhkan namanya di setiap spanduk yang selesai dilukisnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Sosok Hartono, pelukis Spanduk Pecel Lele saat ditemui di kontrakannya di kawasan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Bekasi pada Sabtu (20/2/2021). 

Ia juga menggunakan cat berwarna 'ngejreng' untuk warna tulisan dan gambar di spanduk agar terlihat mencolok dan menyala di malam hari.

Soal warna ini, lanjut Hartono, sebagian besar pelukis pecel lele asal Lamongan memakai pakem ini.

"Kalau kita pakai warna standar saja itu tidak menyala kalau malam. Untuk mengakalinya pakai warna terang. Kena lampu warung itu jadi terang. Di pinggir spanduk dikasih kain lis dengan warna stabilo agar terlihat kontras juga," lanjutnya.

Sudah Lukis 4.000-an

Sejak 2008 hingga sekarang, Hartono sudah melukis sekitar 4.427 spanduk dengan beragam ukuran.

Ia selalu mencatat order yang masuk di sebuah buku panjang sejak 2008. 

Kebanyakan pelanggannya datang dari penjual pecel lele. Hanya beberapa saja yang berasal dari penjual sea food dan lainnya. 

Soal harga, ia mematok Rp 130 ribu per meter. Spanduk yang dipesan pun beragam ukuran. Spanduk terpanjang yang pernah dibuatnya mencapai 25 meter.

Dalam sebulan, ia biasanya menghabiskan sekitar 280 meter sampai 300 meter spanduk.

Pelanggan pun banyak yang berasal bukan saja dari dalam kota, tetapi juga luar kota.

"Dari Aceh sampai Papua, pokoknya sebagian besar Pulau Indonesia sudah masuk semua. Saya pernah kirim ke Sentani, Papua. Ongkirnya saja Rp 1,3 juta," ujarnya.

Bisnis di Tengah Pandemi

Meski pandemi Covid-19 membuat banyak bisnis seret, tetapi tidak demikian bagi Hartono.

Pesanan demi pesanan mampir di ponselnya itu. Ia mengaku pendapatannya sempat tertunda sesaat di awal pandemi.

Pesanan baru diambil dua bulan setelah jadi lantaran warung pecel lele tutup total.

Kendati demikian, masih banyak penjual pecel lele baru yang memesan kepadanya. Bahkan, seorang aktor tanah air, yang baru merintis usaha baru pecel lele, memesan spanduk kepadanya.

"Pengusaha-pengusaha pecel lele yang baru banyak yang berdatangan. Hari ini aja ada empat spanduk tiba-tiba pesen. Enggak tahu mereka dapat nomer darimana. Biasanya nyari di google," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved