Breaking News:

SBY Turun Gunung Seret Nama Moeldoko, Pengamat: Jika Benar, GPK PD Tak Bisa Dianggap Sebelah Mata

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai wajar turun gunung dalam isu kudeta Partai Demokrat.

Tangkapan video
Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyikapi hasil rekapitulasi suara nasional Pemilu 2019 yang diumumkan KPU RI. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai wajar turun gunung dalam isu kudeta Partai Demokrat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai wajar turun gunung dalam isu kudeta Partai Demokrat.

Apalagi, SBY telah menyinggung nama Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Moeldoko adalah pejabat yang diduga terlibat dalam isu kudeta partai Demokrat.

SBY meyakini apa yang dilakukan Moeldoko terkait kudeta itu dilakukan tanpa sepengetahuan Presiden Jokowi.

"Terkait dugaan keterlibatan Moeldoko yang notabenenya orang dekat Presiden tentu respon SBY turun gunung menjadi sebuah kewajaran," kata Pengamat politik dan Direktur IndoStrategi Arif Nurul Iman ketika dihubungi, Kamis (25/2/2021).

"Ini karena jika itu benar maka, gerakan itu tak bisa dianggap sebelah mata karena memiliki kekuatan besar," kata Arif.

Ia pun menanggapi pernyataan SBY mengenai Gerakan Pengambilan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) bila berhasil mengambil alih Partai Demookrat.

Sebab, kepengurusan Partai Demokrat akan di obrak-abrik semua dari semua tingkatan.

"Itu sebuah pendapat yang berdasar realitas politik," kata Arif.

Menurut Arif, jika gerakan ini berhasil tentu yang memiliki otoritas tentu telah berganti sehingga mereka akan menempatkan loyalis-loyalisnya duduk dijabatan strategis baik di jabatan publik maupun kepengurusan partai.

Halaman
1234
Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved