Pengendara Moge Sudah Koordinasi Pasca-Terobos Ring 1, Paspampres Bantah: Pernyataan Sepihak Mereka

Pengendara motor gede (moge) mengaku sudah berkoordinasi dengan Paspampres pasca-terobos Ring 1 atau kawasan Istana Kepresidendan Jakarta.

INSTAGRAM
Paspampres menendang pengendara moge. Pengendara motor gede (moge) mengaku sudah berkoordinasi dengan Paspampres pasca-terobos Ring 1 atau kawasan Istana Kepresidendan Jakarta. Paspampres membantah. 

" Pengendara motor tersebut terpaksa harus dilumpuhkan oleh anggota Paspampres karena penerobosan tersebut merupakan tindakan pelanggaran batas ring 1 dengan menggunakan alat berupa sepeda motor," ujar Agus.

Baca juga: Sinopsis Sinetron Ikatan Cinta Nanti Malam, 1 Maret 2021: Al Panik, Andin Sudah Tahu Semuanya?

Baca juga: Pengendara Moge Terobos Ring 1 Dipanggil Polisi Hingga Ucapan Paspampres: Untuk Apa Minta Maaf

Baca juga: Polda Metro Jaya Gelar Perkara Terkait Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

Viral di Media Sosial

Video pasukan pengamanan presiden (Paspampres) yang menendang pengendara motor gede ( moge) viral di media sosial.

Dalam video tersebut peristiwa Paspampres menendang pengendara moge hingga terjatuh terjadi di di Jalan Veteran III, belakang Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada hari Minggu (21/2/2021) lalu.

Sebelum kejadian Paspampres menendang pengendara moge, para pengendara sedang melakukan Sunday Morning Ride.

Video viral itu lantas dibenarkan oleh Asisten Intelijen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Letkol Inf Wisnu Herlambang.

Dirinya mengatakan sejumlah pengendara moge itu terpaksa harus dilumpuhkan oleh petugas Paspampres karena menerobos jalan yang tengah ditutup.

Wisnu mengatakan, saat itu sejumlah petugas Paspampres tengah melaksanakan pengamanan instalasi di kantor Wakil Presiden.

Oleh karena itu, jalan Veteran III yang biasanya dibuka untuk umum saat itu ditutup untuk sementara.

Petugas sudah memasang rambu pembatas jalan sebagai penanda jalanan tersebut ditutup.

Namun, tiba-tiba saja para pengendara motor itu melintas dengan kecepatan tinggi dan suara knalpot yang berisik.

"Kalau dia nerobos itu sudah masuk bahaya tidak langsung maupun ancaman yang bersifat terbuka. Itu merupakan batas pelanggaran ring 1. Jadi bisa dilumpuhkan," kata Wisnu kepada Kompas.com, Jumat (26/2/2021).

Oleh karena itu, Wisnu menegaskan bahwa tindakan petugas yang melumpuhkan pengendara motor itu dengan menendangnya sudah sesuai prosedur.

"Itu sudah masuk kategori bahaya tidak langsung. Dan karena sikap kewaspadaan anggota, sudah terlatih, dia waspada. Apapun ceritanya, kita lumpuhkan dulu," ujar Wisnu.

Menurut Wisnu, tindakan anggota Paspampres itu sudah sesuai dengan petunjuk teknis yang terdapat dalam surat keputusan Panglima TNI.

"Itu sebenarnya masih manusiawi. Kalau menerobos itu sebenarnya bisa ditembak karena anggota dilengkapi dengan senjata," katanya.

Video yang menunjukkan rombongan pengendara motor dihadang Paspampres itu sebelumnya viral di media sosial.

Video itu terekam dari kamera milik para pengendara moge, lalu diunggah ke akun YouTube milik mereka.

Salah satu yang mengunggah video kejadian tersebut adalah akun YouTube Sahdilah yang memiliki 269.000 subscribers.

Kemudian video itu juga diunggah ke Instagram oleh sejumlah akun, salah satunya akun @bodatnation.

Dalam video itu, tampak petugas Paspampres menyetop rombongan pengendara motor yang tengah melakukan sunday morning ride (Sunmori) di Jalan Veteran III, belakang Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Hal yang menjadi sorotan, terlihat salah satu petugas dengan menggenggam pistol menendang salah satu motor pengendara hingga terjatuh.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Paspampres Sebut Pengendara Motor yang Terobos Kawasan Ring 1 Tak Perlu Minta Maaf",

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Bawa Rombongan, Besok Pengendara Moge yang Ditendang Paspampres Bakal Datangi Polda Metro Jaya, .

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Periksa Pengendara Motor yang Terobos Penjagaan Paspampres Hari Ini", 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved