Terpaksa Jadi PSK Walau Hamil Tua, Wanita Muda di Tasikmalaya Ngaku Butuh Biaya Buat Anak Sekolah

Kesulitan ekonomi membuat TL, wanita berusia 21 tahun terpaksa menjadi perempuan bayaran.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Siti Nawiroh
ISTIMEWA
Tl (kanan), PSK yang tengah hamil tujuh bulan diperiksa petugas Satpol PP Kota Tasikmalaya, Minggu (28/2/2021) tengah malam. 

"Satu kali main ya, maksimal satu jam lah," kata Leida mengingatkan aturan main kepada pelanggannya.

Sementara saat Leida memberikan layanan kepada tamu, dua temannya menunggu di lorong.

Teman Leida juga sedang menunggu pesan masuk dari tamu yang ingin memakai jasanya.

Lokasi kontrakan Leida terbilang sulit dijangkau. Terhimpit tembok tetangga kanan kiri.

Hanya satu motor yang bisa masuk untuk menuju kontrakan Leida di paling pojok.

Ilustrasi PSK
Ilustrasi PSK (Net)

Diketuk setelah sejam

Setelah waktu satu jam berlalu, dari luar sudah terdengar ketukan pintu, tanda agar Leida dan pelanggannya segera berbenah.

Pasalnya, kamar tersebut akan dipakai teman Leida yang baru dapat tamu.

"Buruan, pelanggan gue sudah datang nih. Jangan lama-lama," begitu katanya.

Baca juga: Buat Raffi Ahmad Terpesona, Penampilan Baru Nagita Slavina Disorot Mama Rieta: Kayak Puber Ya Gue?

Keluar dari sana, Leida menawarkan pelanggannya untuk sekedar rehat.

Lebih seringnya ada pelanggan yang suka basa-basi menyoal apa saja.

Kebanyakan Remaja

Selama ini terjun di bisnis prostitusi, mayoritas pelanggan Leida dari kalangan remaja, hingga pekerja kantoran.

Beda orang beda kemauan.

Pernah satu kali Leida melayani pelanggan yang memperlakukannya kasar dan banyak maunya. 

"Banyak minta ganti gaya,” keluh Leida.

Baca juga: Atta Halilintar Bocorkan Tempat Akad Nikah, Ini Rencana Resepsi Jika Aurel Hermansyah Keburu Hamil

Wanita 18 tahun ini mengaku, keretakan rumah tangga orang tuanya di Riau sedikit banyak membuatnya memilih profesi sebagai pekerja seks komersial.

"Orang tua sudah pisah, terus aku ngerantau,"

"Kenalan sana-sini, ya sudah jadi tinggal di sini deh," kenang Leida.

Mudahnya mendapat rupiah, membuat Leida anteng melayani para pria hidung belang yang mencari kepuasan dari orang sepertinya.

"Lumayan kan, sehari bisa (melayani) empat sampai lima lah. Dikalikan saja tuh uangnya," ucap Leida.

Ia tak lagi memikirkan bangku pendidikan.

Leida hanya tamatan sekolah menengah atas ini hanya berpikir, bagaimana bertahan hidup seorang diri tanpa kasih sayang keluarga.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Blok A Pasar Tanah Abang Berlangsung Selama Enam Hari

"Tadinya sudah ngelamar kerja. Tapi gak pernah dipanggil,"

"Lagian juga gajinya gak seberapa kan namanya juga lulusan SMA," kata dia.

Satu pelanggan berlalu, Leida kembali melirik ponselnya.

Kini, ia siap kembali menebar umpan untuk calon pelanggan berikutnya.

Tak butuh waktu lama, Leida mendapat pelanggan baru.

Ia langsung mengambil handuk dan menuju kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum memberi servis.

(Tribunjakarta/kompas)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved