Sisi Lain Metropolitan
Cara Kerupuk Erna Jaya Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19: Jemput Bola Sampai Rumah Pejabat
Pagebluk Covid-19 yang menggebuk berbagai lini usaha, membuat pabrik kerupuk rumahan Erna Jaya harus mengubah strategi.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
Terbukti, banyak penghuni yang lebih memilih berada di rumah ketimbang harus keluar membeli kerupuk.
"Biarpun rumah-rumah mewah di Ligamas Pancoran, malah di sana ada yang nambah lagi kaleng buat pembantunya."
"Satu kaleng di dapur, satu kaleng buat majikannya," lanjutnya.
Langganannya pun tak main-main.
Elfin membeberkan kaleng kerupuknya sampai berada di rumah pedangdut hingga pejabat tinggi.
Dengan cara ini, para pedagang bisa kembali berkeliling mengisi ulang kerupuk ke kaleng-kaleng di perumahan.
Elfin mengatakan harga jual kerupuk pun lebih tinggi sedikit ketimbang di warung-warung.
Selain jemput bola, kerupuk Erna Jaya juga memproduksi jenis kerupuk baru.
Baca juga: VIDEO CCTV Penampakan Bus Sebelum Masuk Jurang di Sumedang, Kini Keluarga Korban Menanti Kepastian
Sebelum pandemi membekap usahanya, kerupuk Erna Jaya hanya memproduksi kerupuk kampung saja.
Kini, Elfin menambahkan produk baru yaitu kerupuk rambak.

"Kalau kita mengandalkan satu produk saja lumayan susah. Soalnya konsumen pingin yang baru," beber Elfin.
"Misalkan, di rumah ini ternyata kerupuk kampungnya sudah ada. Kalau saya punya kerupuk jenis lain jadi bisa masuk," lanjutnya.
Menurut Elfin, kerupuk disukai banyak orang Indonesia lantaran makanan ringan ini menembus berbagai kelas sosial masyarakat.
Dari kalangan bawah hingga kelas pejabat tak jarang makan menjadi maknyus dengan kerupuk sebagai penganan pendamping.
Bahkan, ada orang yang paling ekstrem makan ya harus pakai kerupuk.