Sisi Lain Metropolitan

Cara Kerupuk Erna Jaya Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19: Jemput Bola Sampai Rumah Pejabat

Pagebluk Covid-19 yang menggebuk berbagai lini usaha, membuat pabrik kerupuk rumahan Erna Jaya harus mengubah strategi.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Dua orang karyawan Erna Jaya sedang memindahkan adonan kerupuk yang sudah dicetak pada Rabu (10/3/2021). Kerupuk produksi Erna Jaya mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 dengan cara menjemput bola sampai rumah pejabat. 

Terbukti, banyak penghuni yang lebih memilih berada di rumah ketimbang harus keluar membeli kerupuk.

"Biarpun rumah-rumah mewah di Ligamas Pancoran, malah di sana ada yang nambah lagi kaleng buat pembantunya."

"Satu kaleng di dapur, satu kaleng buat majikannya," lanjutnya.

Langganannya pun tak main-main.

Elfin membeberkan kaleng kerupuknya sampai berada di rumah pedangdut hingga pejabat tinggi.

Dengan cara ini, para pedagang bisa kembali berkeliling mengisi ulang kerupuk ke kaleng-kaleng di perumahan.

Elfin mengatakan harga jual kerupuk pun lebih tinggi sedikit ketimbang di warung-warung.

Selain jemput bola, kerupuk Erna Jaya juga memproduksi jenis kerupuk baru.

Baca juga: VIDEO CCTV Penampakan Bus Sebelum Masuk Jurang di Sumedang, Kini Keluarga Korban Menanti Kepastian

Sebelum pandemi membekap usahanya, kerupuk Erna Jaya hanya memproduksi kerupuk kampung saja.

Kini, Elfin menambahkan produk baru yaitu kerupuk rambak.

Elfin Syaiful Anwar, penerus pabrik kerupuk Erna Jaya di kawasan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu (10/3/2021).
Elfin Syaiful Anwar, penerus pabrik kerupuk Erna Jaya di kawasan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu (10/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

"Kalau kita mengandalkan satu produk saja lumayan susah. Soalnya konsumen pingin yang baru," beber Elfin.

"Misalkan, di rumah ini ternyata kerupuk kampungnya sudah ada. Kalau saya punya kerupuk jenis lain jadi bisa masuk," lanjutnya.

Menurut Elfin, kerupuk disukai banyak orang Indonesia lantaran makanan ringan ini menembus berbagai kelas sosial masyarakat.

Dari kalangan bawah hingga kelas pejabat tak jarang makan menjadi maknyus dengan kerupuk sebagai penganan pendamping.

Bahkan, ada orang yang paling ekstrem makan ya harus pakai kerupuk

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved