Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Cara Kerupuk Erna Jaya Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19: Jemput Bola Sampai Rumah Pejabat

Pagebluk Covid-19 yang menggebuk berbagai lini usaha, membuat pabrik kerupuk rumahan Erna Jaya harus mengubah strategi.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Dua orang karyawan Erna Jaya sedang memindahkan adonan kerupuk yang sudah dicetak pada Rabu (10/3/2021). Kerupuk produksi Erna Jaya mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 dengan cara menjemput bola sampai rumah pejabat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Pagebluk Covid-19 mengubah lini usaha, sehingga membuat pabrik kerupuk rumahan Erna Jaya mengubah strategi.

Tak bisa hanya mengandalkan pelanggan tetap, para pedagang kerupuk harus menjemput bola menawarkan kerupuk dengan sistem door to door.

Hanya dengan cara ekstrem itu, produksi kerupuk bisa tetap berjalan, pengusaha untung, pedagang tetap gajian, dan pelanggan bertambah.

Penerus usaha kerupuk Erna Jaya, Elfin Syahrul Anwar (35), mengatakan semenjak pandemi Covid-19, banyak pedagang kerupuknya kehilangan banyak pelanggan.

"Banyak pedagang yang enggak bisa jualan. Kan langganan mereka banyak dari perkantoran," cerita Elfin kepada TribunJakarta.com di kawasan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Bak Pesepakbola, Pedagang Kerupuk Punya Nilai Transfer Puluhan Juta: Skill-nya Kayak Messi-Ronaldo

"Sekarang ini masuk-masuk kantor enggak bisa. Jadi turunnya drastis banget. Malah sempat tiga bulan awal pandemi itu pendapatan nol sama sekali," kenang dia.

Elfin mengubah strategi untuk bersiasat di tengah kondisi pemasukan yang "beku" itu.

Suasana pabrik kerupuk Erna Jaya di Kawasan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu (10/3/2021).
Suasana pabrik kerupuk Erna Jaya di Kawasan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu (10/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Ia memberikan modal kaleng kerupuk lagi kepada pedagang untuk mengambil jalur baru.

Target baru mereka adalah menyasar perumahan warga.

Baca juga: Bermula Dipikul Tahun 1965, Kriuk Renyah Kerupuk Erna Jaya sampai Dinikmati Para TKI di Thailand

Baca juga: Kelakuan Ayah yang Cabuli Putri Kandung di Koja Bikin Polwan Merinding: Lebih dari Binatang

Baca juga: Puluhan Tahun Jadi Penyidik PPA, Aiptu Veronica Tak Bisa Lupakan Kasus Memilukan di Cilincing

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved