Breaking News:

Amien Rais Akui Sudah Tua, Tak Inginkan Apa-apa Kecuali Hal Ini Sebelum Meninggal Dunia

Politisi senior Amien Rais sebut dirinya sudah tua, tak inginkan apa-apa kecuali hal ini sebelum dia menutup mata.

Editor: Elga H Putra
Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo didampingi Menkopolhukam, Mahfud MD dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menerima Amien Rais beserta sejumlah perwakilan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021). Kedatangan Amien Rais beserta KH Abdullah Hehamahua, KH Muhyiddin Junaidi, Marwan Batubara, Firdaus Syam, Ahmad Wirawan Adnan, Mursalim, dan Ansufri Id Sambo guna membahas laporan Komnas HAM terkait peristiwa tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Cikampek beberapa waktu lalu. Seusai pertemuan, Presiden Jokowi mengantar Amien Rais dan rombongan sampai ke pintu depan Istana Merdeka. Dalam video terbarunya, Amien Rais akui dirinya sudah tua, tak inginkan apa-apa kecuali hal ini sebelum dia menutup mata. 

Soal mafia hukum, Amien kemudian menyinggung kebijakan yang pernah dikeluarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semasa menjabat presiden.

Kala itu, SBY mengeluarkan Keppres Nomor 37 Tahun 2009 tentang satgas pemberantasan mafia hukum.

Namun sayangnya satgas tersebut tak bertahan lama sehingga Amien menyebut para mafia kembali berkuasa.

“Satgas itu luar biasa. Jadi harapan kita semua. Tetapi 2 tahun kemudian innalillah, satgas yang awalnya mencorong bersinar itu dinyatakan bubar tidak perlu diteruskan. Tapi tentu, para bandit yang dikatakan Mahfud cukong itu, juga saya kira para bandit mafia taipan, cukong itu dengan bubarnya satgas tadi itu, tentu merasa riang gembira," beber Amien.

Demokrasi Makin Merosot

Dalam video itu, Amien Rais menyinggung soal kondisi demokrasi di Indonesia saat ini yang disebutnya makin merosot.

"Sejak kita memproklamasikan kemerdekaan kita pada 17 Agustus 1945 demokrasi yang ingin kita tegakkan ternyata dari waktu ke waktu bukan menguat malah merosot dan makin buruk," ujarnya.

Selain itu, pendiri Partai Ummat ini menyebut bahwa demokrasi di Indonesia pada saat ini telah menjadi oligarki.

"Saat ini kita sudah tidak bisa lagi berbicara demokrasi dengan bangga, kita sadar bahwa demokrasi kita sekarang menjadi Oligarki."

Baca juga: Mobil Bak Milik Sebuah Perusahaan Raib Digondol Maling di Makasar Jakarta Timur

Baca juga: Modusnya Mau Ajari Tadarus Subuh, Guru Ngaji Cabuli Santri Laki Saat Dini Hari

Baca juga: Viral Kades di Banyumas Diserbu Warga Gegara Mati Lampu Jelang Ikatan Cinta, Ternyata Ini Faktanya

Baca juga: Viral Video Emak-emak Ditonjok Pria Tak Dikenal Sampai Berdarah di Tangerang, Ini Penjelasan Saksi

"Sudah tidak lagi menguntungkan banyak orang. Hanya menguntungkan sedikit kelompok elit. ini betul membuat kita prihatin," sambungnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved