Anies Baswedan Makin Rajin Keliling: Dari Warung Kopi, Kedai Mie Aceh, hingga Salat Subuh

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhir-akhr ini semakin sering keliling Jakarta. Dari warung kopi hingga ke kedai mie Aceh

Penulis: Erik Sinaga | Editor: Erik Sinaga
Dok Facebook Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau Masjid Nurul Abrar atau lebih dikenal sebagai Masjid Mangga Dua, Senin (22/3/2021) 

Tak hanya bersantap bersama para ajudannya, Anies juga sempat berbincang dengan salah satu karyawan mie aceh, Hablillah (31).

Karena Hablillah merupakan perantau yang berasal dari Kabupaten Biereun, Aceh, Anies teringat cerita temannya semasa kuliah di Yogyakarta.

Teman kuliahnya itu berasal dari Aceh.

Anies bercerita temannya itu jarang sekali pulang ke Aceh lantaran terkendala biaya transportasi yang mahal.

Temannya itu akhirnya menjual motor Vespa demi bisa pulang.

"Dia (Anies) cerita punya teman orang Aceh juga sewaktu kuliah di Jogja. Katanya buat biaya pulang kampung ke Aceh, temannya itu harus jual Vespa," ujar Hablillah mengingat cerita Anies saat malam-malam datang ke kedai Mie Aceh Jaly Jaly.

Hablillah mengatakan sudah sekitar lima tahun teman kuliah Anies tak pulang ke Aceh.

"Makanya ada sekitar lima tahun dia enggak pulang-pulang lagi ke Aceh," lanjutnya.

Salat subuh di masjid

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau Masjid Nurul Abrar atau lebih dikenal sebagai Masjid Mangga Dua, Senin (22/3/2021)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau Masjid Nurul Abrar atau lebih dikenal sebagai Masjid Mangga Dua, Senin (22/3/2021) (Dok Facebook Anies Baswedan)

Anies Baswedan meninjau Masjid Nurul Abrar atau lebih dikenal sebagai Masjid Mangga Dua.

Selain meninjau, Anies Baswedan juga melaksanakan salat subuh di masjid tersebut.

Dinukil dari lama facebook Anies Baswedan, sebutan Mangga Dua menurut cerita berasal dari dua buah pohon mangga besar di depan masjid ini di masa lampau.

Salah satu masjid bersejarah di Jakarta, dibangun sejak 1841, sempat dipugar total pada 1986, mempertahankan empat tiang utama (soko guru) dan mimbar aslinya.

Pembangunan masjid ini pun sarat akan sejarah penyebaran agama Islam di nusantara dan kisah kegigihan seorang ulama yang berani menentang penjajah kolonial Belanda kala itu, yaitu Sayyid Abubakar bin Alwi Bahsan Jamalullail.

Ada 12 makam yang menjadi bagian Masjid Mangga Dua dan di sekitarnya, mencerminkan bahwa memang Kampung Mangga Dua telah lama ditinggali oleh berbagai suku bangsa-bangsa yang berbaur di Batavia.

Di antaranya, makam Sayid Abubakar bin Sayid Alwi dan makam Bahsan Jamalulail (suku Arab), serta makam Rd. Tumenggung Anggakusumah Dalem-Gadjah (suku Sunda). Seorang dari keluarga Kesultanan Banten pun tercatat pernah tinggal di sini, yakni Pangeran Ratu Bagus Urip Mohammad.

Baca juga: Temukan Pekerja Migran Ilegal Bisa Berangkat, Kepala BP2MI Cium Permainan Oknum Petugas Imigrasi

Baca juga: Hasil Survei Capres: AHY Mengejutkan, Kejar Prabowo-RK-Ganjar

Selain itu, terdapat pemakaman orang-orang Tionghoa, termasuk makam Kapitein China pertama di Batavia, Souw Beng Kong.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau Masjid Nurul Abrar atau lebih dikenal sebagai Masjid Mangga Dua, Senin (22/3/2021) (Dok Facebook Anies Baswedan)

Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan Masjid Nurul Abrar sekaligus makamnya sebagai cagar budaya sejak 1972.

Untuk mengunjungi Masjid Nurul Abrar, bisa naik Transjakarta koridor 12 turun di halte Mangga Dua, lalu berjalan kaki 5 menit. (TribunJakarta)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved