Anies Baswedan Makin Rajin Keliling: Dari Warung Kopi, Kedai Mie Aceh, hingga Salat Subuh
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhir-akhr ini semakin sering keliling Jakarta. Dari warung kopi hingga ke kedai mie Aceh
Penulis: Erik Sinaga | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhir-akhr ini semakin sering keliling Jakarta.
Anies Baswedan sebelumnya diketahui mengajak keluarganya ke warung kopi.
Anies Baswedan baru-baru ini juga mengunjungi kedai Mie Aceh dan hari ini dia mengunjungi Masjid Nurul Abrar atau lebih dikenal sebagai Masjid Mangga Dua sekaligus salat subuh di sana.
Tidak dikenali di warung kopi
Anies Baswedan membagikan sebuah kisah ketika dia dan keluarganya berada di warung kopi.
Pada kisah yang dibagikan di akun instagramnya itu, Anies Baswedan mengatakan ada seorang pengunjung warung yang mengatakan dirinya mirip Anies Baswedan.
Baca juga: Mahkamah Agung Anggap Walk Out Rizieq Shihab Cederai Martabat Peradilan
Pengunjung itu ternyata seorang yang bekerja di Ditjen Pajak.
"Pak, Bapak wajahnya Pak Anies ya," tanya pria tersebut sebagaimana dituliskan Anies Baswedan dalam akun instagramnya.

"Mirip ya," Anies balik bertanya
"Iya Pak mirip sekali. Ini anak-anak bapak ya," kata pria tersebut masih penasaran.
Pria tersebut kemudian mengobrol Ismail, anak Anies. Percakapan keduanya kemudian ke arah topik pencak silat.
Anies Baswedan kemudian bertanya pekerjaan laki-laki tersebut dan dijawab kerja di bea cukai.
"Saya tugas di bea cukai Pak, tapi ini abis ngelatih private karate," kata dia.
Karena masih penasaran, pria tersebut kembali bertanya Anies bekerja dimana.
"Kalau bapak kerja dimana?" tanya dia.
Baca juga: Tahap 2 Rampung, Total 65.262 Masyarakat Kota Tangerang Telah Divaksinasi Covid-19
"Saya kerja di Pemprov DKI," jawab Anies.
"Eselon berapa pak?"
"Saya tidak pakai eselon Pak,"
"Saya doakan dah Pak, biar cepat dapat eselon ya,". Kemudian dijawab Anies," terimakasih Pak."
Pengunjung lain kemudian ikut nimbrung dan nyelutuk," Pak, itu memang Pak Anies,".
"Astagfirullah Aladzim!!!" hampir terlompat. Goyah dari kursinya.
Kunjungi Kedai Mie Aceh malam-malam

Hablillah (31) tak mengira bahwa kedai Mie Aceh yang dijaganya itu kedatangan Gubernur Anies Baswedan.
Ia bercerita malam itu sekitar pukul 20.30 WIB, beberapa ajudan Anies sudah lebih dulu datang dan duduk di dalam kedai. Namun, mereka belum memesan makanan.
Anies datang menyusul sekitar 15 menit kemudian. Ia duduk di deretan bangku depan dekat kompor gas dan panci, tempat mengolah Mie Aceh.
Hablillah awalnya tak menyadari bahwa pengunjung yang datang itu ialah Anies Baswedan.
Begitu Anies membuka maskernya, ia pun baru mengetahui bahwa lawan bicaranya ialah Gubernur DKI.
Baca juga: Oknum Polisi yang Terlibat Keributan dengan Anggota Ormas di Kafe Koljem Cilincing Diperiksa Propam
Ia dan karyawan lainnya kaget ketika Gubernur DKI Jakarta datang. Sebab, tak ada yang memberitahu sebelumnya kalau Anies bakal menyantap makan malam di kedai pinggir jalan ini.
"Saya tahu pas (dia) nanya mie spesial ini isinya apa? Baru tahu itu pak Anies. Dia buka masker sedikit, tahu sendiri saya," ceritanya kepada TribunJakarta.com pada Sabtu (20/3/2021).
Anies lalu memesan mie aceh goreng spesial dan segelas teh tarik.
Para ajudannya juga ikut memesan makanan.
Usai menyantap mie aceh, Anies mengajak berbincang pemuda asal Kabupaten Biereun, Aceh tersebut.
"Ngobrol sudah berapa lama kerja di sini. Di sini Jakarta sudah berapa lama. Betah enggak di sini," kata Hablillah mengingat kembali pertanyaan Anies.
Anies menanyakan dimana Hablillah dan karyawan lainnya tidur.
Ia menjawab setelah kedai tutup, meja dan bangku dirapikan lalu mereka menggelar kasur dan tikar untuk tidur.
Setelah merasakan mie acehnya, Anies pun memuji rasa dari mie spesial yang terdiri dari udang, daging sapi dan telur itu.
Menurutnya, bumbu rempahnya sangat terasa di lidah.
"Mie acehnya beda daripada yang lain. Bumbunya terasa banget," lanjutnya.
Anies juga sempat bertanya kepada Hablillah yang masih bujangan.
"Mau cari istri orang mana?" tanya Anies.
"Orang Aceh saja pak. Kalau orang Aceh enak, jadinya enggak usah bolak balik ke sini lagi," jawab Hablillah mengulang jawabannya kepada Anies.
Hablillah mengaku senang kedatangan tokoh penting di Jakarta itu.
Anies Teringat Teman Kuliah
Anies Baswedan menyempatkan singgah ke kedai Mie Aceh Jaly-Jaly di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Ia memesan mie goreng Aceh spesial dan teh tarik.
Baca juga: Video Penggandaan Uang Direkam Istri Ustaz Gondrong, Diperiksa Polisi Mengaku Hanya Sekedar Iseng
Baca juga: Antar Jemput Lansia di Sentra Vaksinasi Jakarta Utara Manfaatkan Bus Sekolah
Tak hanya bersantap bersama para ajudannya, Anies juga sempat berbincang dengan salah satu karyawan mie aceh, Hablillah (31).
Karena Hablillah merupakan perantau yang berasal dari Kabupaten Biereun, Aceh, Anies teringat cerita temannya semasa kuliah di Yogyakarta.
Teman kuliahnya itu berasal dari Aceh.
Anies bercerita temannya itu jarang sekali pulang ke Aceh lantaran terkendala biaya transportasi yang mahal.
Temannya itu akhirnya menjual motor Vespa demi bisa pulang.
"Dia (Anies) cerita punya teman orang Aceh juga sewaktu kuliah di Jogja. Katanya buat biaya pulang kampung ke Aceh, temannya itu harus jual Vespa," ujar Hablillah mengingat cerita Anies saat malam-malam datang ke kedai Mie Aceh Jaly Jaly.
Hablillah mengatakan sudah sekitar lima tahun teman kuliah Anies tak pulang ke Aceh.
"Makanya ada sekitar lima tahun dia enggak pulang-pulang lagi ke Aceh," lanjutnya.
Salat subuh di masjid

Anies Baswedan meninjau Masjid Nurul Abrar atau lebih dikenal sebagai Masjid Mangga Dua.
Selain meninjau, Anies Baswedan juga melaksanakan salat subuh di masjid tersebut.
Dinukil dari lama facebook Anies Baswedan, sebutan Mangga Dua menurut cerita berasal dari dua buah pohon mangga besar di depan masjid ini di masa lampau.
Salah satu masjid bersejarah di Jakarta, dibangun sejak 1841, sempat dipugar total pada 1986, mempertahankan empat tiang utama (soko guru) dan mimbar aslinya.
Pembangunan masjid ini pun sarat akan sejarah penyebaran agama Islam di nusantara dan kisah kegigihan seorang ulama yang berani menentang penjajah kolonial Belanda kala itu, yaitu Sayyid Abubakar bin Alwi Bahsan Jamalullail.
Ada 12 makam yang menjadi bagian Masjid Mangga Dua dan di sekitarnya, mencerminkan bahwa memang Kampung Mangga Dua telah lama ditinggali oleh berbagai suku bangsa-bangsa yang berbaur di Batavia.
Di antaranya, makam Sayid Abubakar bin Sayid Alwi dan makam Bahsan Jamalulail (suku Arab), serta makam Rd. Tumenggung Anggakusumah Dalem-Gadjah (suku Sunda). Seorang dari keluarga Kesultanan Banten pun tercatat pernah tinggal di sini, yakni Pangeran Ratu Bagus Urip Mohammad.
Baca juga: Temukan Pekerja Migran Ilegal Bisa Berangkat, Kepala BP2MI Cium Permainan Oknum Petugas Imigrasi
Baca juga: Hasil Survei Capres: AHY Mengejutkan, Kejar Prabowo-RK-Ganjar
Selain itu, terdapat pemakaman orang-orang Tionghoa, termasuk makam Kapitein China pertama di Batavia, Souw Beng Kong.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau Masjid Nurul Abrar atau lebih dikenal sebagai Masjid Mangga Dua, Senin (22/3/2021) (Dok Facebook Anies Baswedan)
Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan Masjid Nurul Abrar sekaligus makamnya sebagai cagar budaya sejak 1972.
Untuk mengunjungi Masjid Nurul Abrar, bisa naik Transjakarta koridor 12 turun di halte Mangga Dua, lalu berjalan kaki 5 menit. (TribunJakarta)