Anies Baswedan Bawa Sepeda Non Lipat Masuk MRT Tuai Polemik, Pihak MRT Turun Tangan Beri Penjelasan
Foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bawa sepeda masuk MRT tuai polemik. Pihak MRT Jakarta beri penjelasan.
Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
William menjelaskan, ketiga stasiun tersebut dipilih karena berada di lokasi strategis.
"Kami juga sedang menyiapkan, kalau selama ini yang bisa masuk ke kereta MRT Jakarta adalah sepeda lipat, kami secara terbatas menyiapkan fasilitas untuk sepeda non-lipat untuk bisa juga naik MRT," kata William dalam konferensi virtual, Rabu (17/3/2021).
William menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan fasilitas jalur sepeda pada tangga stasiun.
Selain itu, pihaknya juga akan memberikan stiker pada stasiun dan kereta.
Namun, MRT Jakarta memberikan syarat untuk sepeda yang bisa memasuki kereta.
William menyebut, sepeda yang diperbolehkan masuk gerbong adalah sepeda reguler atau yang biasa digunakan oleh warga.
Adapun dimensi maksimal yang diperbolehkan, yakni 200 sentimeter X 55 sentimeter X 120 sentimeter, dengan lebar ban maksimal 15 sentimeter.
Selain itu, sepeda tandem tidak diperbolehkan masuk.
MRT Jakarta juga menerapkan jam khusus untuk mengangkut sepeda non-lipat. Pada Senin-Jumat, penumpang yang membawa sepeda non-lipat diperbolehkan naik kecuali pada jam sibuk, yakni pukul 07.00-09.00 dan pukul 17.00-19.00 WIB.
Sementara pada Sabtu dan Minggu, sepeda non-lipat diperbolehkan masuk selama jam operasional kereta.
Pembatasan ini dilakukan guna mengurangi potensi penumpukan penumpang. (TribunJakarta.com)