Mendikbud Nadiem Makarim Jawab Jadwal Pembelajaran Tatap Muka, Mulai Hari Ini Sesuai SKB 4 Menteri

Terkait kebijakan Pembelajaran Tatap Muka ( PTM), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim menjawab.

Editor: Suharno
Tribunnews.com/Reza Deni
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Terkait kebijakan pembelajaran tatap muka ( PTM), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim menjawab.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan pembelajaran tatap muka ( PTM) mulai diterapkan hari Selasa (30/3/2021) ini.

Keputusan Mendikbud Nadiem Makarim tentang pembelajaran tatap muka ( PTM) diterapkan mulai hari ini atau terkait sejak Surat Keputusan Bersama ( SKB) 4 Menteri terbit.

Namun ini berlaku bagi sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang guru atau pendidiknya telah selesai vaksinasi Covid-19.

“PTM diberlakukan mulai dari kebijakan ini keluar, yakni hari ini," kata Nadiem Makarim saat menjawab pertanyaan wartawan dalam live streaming youtube Kemendikbud RI, Selasa (30/3/2021) siang.

"Jadi bagi sekolah-sekolah yang gurunya sudah selesai divaksinasi bisa langsung memulai program PTM terbatas,” sambungnya.

TONTON JUGA:

Menurut Nadiem, PTM ditargetkan bisa diterapkan secara menyeluruh mulai tahun ajaran baru Juli 2021 nanti.

Namun, untuk menuju kesana proses penerapan PTM harus segera dilakukan oleh sekolah-sekolah yang sudah memenuhi syarat vaksinasi tadi.

Baca juga: Oknum Polwan Selingkuh dengan Seniornya Digerebek Polisi, Sang Suami Lihat Celana Istrinya Sobek

Baca juga: Detik-detik Perampokan Uang Rp 300 Juta untuk ATM Bank BRI Unit Kukun, Petugas Pengawal Tertembak

Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi guru sudah dimulai sejak awal Maret 2021, namun masih belum optimal.

Oleh sebab itu, pihaknya berusaha bekerja sama dengan satuan pendidikan agar bisa mendatangkan guru-gurunya sekaligus untuk vaksinasi.

Mendikbud RI Nadiem Makarim saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMAN 70, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/1/2021).
Mendikbud RI Nadiem Makarim saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMAN 70, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/1/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Sedangkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menyatakan mendukung PTM diberlakukan, tetap mengingatkan untuk selalu menjalankan protokol kesehatan dalam pelaksanaanya.

Mendagri bahkan mengizinkan pemerintah daerah untuk menggunakan APBD, belanja tidak terduga dan anggaran penanggulangan covid-19 untuk mendukung PTM secara bertahap dan hati-hati.

Baca juga: Seorang Pria Dibakar Hidup-hidup Tetangganya di Cengkareng, Istri Korban Histeris

Baca juga: Pasca Penyergapan Teroris di Bekasi dan Condet, Polda Metro Jaya Gelar Patroli Skala Besar

“Kita berharap semua tahapan bisa dilakukan dengan baik. Semua daerah bisa melakukan dengan baik dan tepat, dengan harapan PTM bisa dilakukan secara menyeluruh pada waktunya nanti,” ujarnya.

Seperti diberitakan, pemerintah akhirnya memutuskan mulai menerapkan pembelajaran tatap muka ( PTM) alias offline secara terbatas di seluruh jenjang pendidikan. Sejumlah aturan untuk menjadi panduan PTM terbatas ini pun disosialisasikan.

Aturan ini berlaku setelah seluruh pendidik dan tenaga kependidikan selesai divaksin covid-19. Paling lambat mulai tahun ajaran baru Juli 2021 nanti.

Hal itu menjadi keputusan bersama empat menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Agama Yaqut Cholil Coumas.

Baca juga: Polisi Temukan Atribut FPI Saat Penangkapan Terduga Teroris, Pengacara Rizieq: FPI Sudah Bubar

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 20219 (Covid-19).

Kebijakan ini diumumkan langsung melalui siaran streaming youtube Kemendikbud RI, pukul 11.00 WIB, Selasa (30/3/2021).

Selain empat menteri tadi, juga tampak Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Muhajir Effendy dan Kepala BNPB Doni Monardo yang diwakili jubir BNPB Wiku Adisasmito dan Dirjen Paud Dikdasmen, Jumeri.

Diketahui, pandemi covid-19 telah membawa pengaruh yang sangat besar terhadap pelaksanaan pendidikan di tanah air.

Baca juga: Detik-detik Aparat Kepolisian Meledakkan Bom di Lokasi Penggerebekan Jalan Condet Raya Jakarta Timur

Terutama dengan harus ditutupnya sekolah guna mencegah penyebaran virus di kalangan pelajar, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Proses belajar mengajar mengandalkan pembelajaran jarak jauh ( PJJ) secara daring untuk membantu memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung

Namun pelaksanaan PJJ secara daring, berdampak pada proses tumbuh kembang pelajar.

Oleh karena itu, satuan pendidikan di semua jenjang perlu segera membuka kembali layanan tatap muka dengan melalui beberapa persiapan seperti pemberian vaksin Covid-19 bagi tenaga pendidik dan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Muhajir Effendy dalam paparannya mengatakan pendidik dan tenaga kependidikan merupakan salah satu sasaran yang jadi prioritas untuk mendukung akselerasi pembelajaran tatap muka ( PTM) secara terbatas.

Realisasi vaksinasi covid-19 untuk pendidik dan tenaga kependidikan ini paling lambat selesai pada Juni 2021, sehingga pada tahun ajaran baru Juli 2021, seluruh layanan pendidikan bisa melakukan PTM terbatas.

"Ini sangat tergantung pada komitmen kita untuk sinergi dan koordinasi harmonis pusat dan daerah. Saya harap dukungan daerah untuk medukung keputusan empat menteri ini," katanya.

Sementara itu Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan pembelajaran tatap muka secara terbatas ini perlu diakselerasi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pihak sekolah wajib memberikan dua opsi, pembelajaran tatap muka ( PTM) dan pembelajaran jarak jauh ( PJJ).

"Satuan pendidikan juga wajib memenuhi daftar periksa sebelum memulai layaan PTM terbatas. Pembelajaran PTM dikombinasikan dengan PJJ untuk memenuhi protokol kesehatan. Orangtua atau wali dapat memutuskan (apakah ikut PTM atau tetap melakukan PJJ)," ujarnya.

"Kemendikbud juga memberikan kebebasan pada pihak sekolah untuk mulai menyediakan opsi pembelajaran. Misalnya, apakah membagi rombel jadi 2 atau 3 grup, dan berapa kali seminggu. "Itu sesuai kebutuhan, yang ingin kita lihat sekolah bisa mulai PTM," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Mendikbud Nadiem Makarim: pembelajaran tatap muka Dimulai Sejak SKB 4 Menteri Terbit, 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved