Waspada Masker Medis Palsu, Begini Cara Membedakan dan Risiko Menggunakannya

Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap peredaran masker medis palsu di pasaran.

Editor: Muji Lestari
SHUTTERSTOCK/MARIDAV
Ilustrasi masker. Simak cara membedakan masker medis palsu dan yang asli. 

“Masker medis harus mempunyai efisiensi penyaringan bakteri minimal 95 persen,” ujarnya seperti dikutip dari situs sehatnegeriku.

Risiko Pakai Masker Medis Palsu

Masker medis palsu memiliki kualitas di bawah masker asli.

Artinya, masker tersebut tak efektif membantu mencegah penularan Covid-19 sehingga potensi penularan lebih besar.

"Ini tentu meresahkan masyarakat. Karena menggunakan masker adalah untuk melindungi diri, baik dari menularkan atau tertular dari orang lain."

"Kalau barang palsu kan berarti tidak efektif seperti barang aslinya," ujar Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, Senin (5/4/2021).

Risiko ini tak hanya dihadapi oleh tenaga medis, tetapi juga oleh masyarakat secara luas karena masker bedah kini banyak digunakan secara umum.

"Jadi menurut saya ini bukan untuk medis, non medis, tapi juga untuk masyarakat secara luas karena kita lihat di lapangan juga banyak yang menggunakan surgical mask ini," kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu.

Sayangnya, masker medis palsu ini sangat sulit dibedakan dengan masker medis asli.

Menurut Ari, upaya penting yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah mendapatkan masker medis palsu adalah lebih cermat dalam membeli.

Belilah masker di tempat-tempat yang dapat dipertanggungjawabkan.

Misalnya, membeli di apotek atau drug store terpercaya, serta toko-toko yang menjual perlengkapan kesehatan.

"Artinya dengan ini masyarakat terinfo bahwa ini ada (masker medis) yang palsu, berarti harus pandai- pandai beli di lokasi yang tepat, lebih cermat. Kalau online kan kadang dipertanyakan tokonya."

"Kalau toko yang qualified, saya rasa itu bisa dipertanggungjawabkan," ucapnya.

Ari berharap pemerintah melakukan investigasi menyeluruh untuk menemukan pelaku yang memalsukan masker medis palsu dan pelaku mendapatkan sanksi yang berat.

Adapun pihak Kemenkes mengungkapkan pihaknya melakukan upaya melalui mekanisme kerja sama dengan aparat hukum untuk menindaklanjuti kasus ini.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved