Breaking News:

4 Kali Order Ganja 3 Kg dari Sumatera, Mahasiswa di Tangsel Kirim Lewat Paket Sebut Isinya Makanan

Penangkapan seorang pengedar narkoba Polsek Serpong, mengungkap modus pengedarannya via jasa pengiriman.

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Barang bukti ganja saat rilis kasus narkoba di Mapolsek Serpong, Tangsel, Rabu (14/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Penangkapan seorang pengedar narkoba Polsek Serpong, mengungkap modus pengedarannya via jasa pengiriman.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, tersangka pengedar narkoba tersebut adalah Usman Abidin (26), seorang mahasiswa universitas swasta di Jakarta.

Penangkapan Usman yang merupakan hasil pengembangan kasus narkoba itu dilakukan di sebuah minimarket di kawasan Rawa Buntu, Serpong, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Polsek Serpong Tangkap Mahasiswa Pengedar Narkoba dengan Barang Bukti Ganja 3 Kg

Saat itu, Usman kedapatan menyimpan satu linting ganja di helmnya.

Setelah didalami, Usman tengah menunggu kiriman ganja seberat 3 Kg yang dikirim dari Padang, Sumatera Barat, menggunakan jasa pengiriman barang

Kanit Reskrim Polsek Serpong, Iptu Lutfi Hayata, mengatakan, ganja yang sedang ditunggu Usman akan datang pada Senin (5/4/2021).

Saat paket yang ditunggu tiba, Lutfi bersama pasukannya langsung menjemputnya di gerai jasa pengiriman tersebut di kawasan Jakarta Pusat.

"Pengiriman lewat jalur darat. Menggunakan jasa pengiriman. Jadi kita berhasil mengamankan 3 kilogram ini dari jasa pengiriman," ujar Lutfi di Mapolsek Serpong, Jalan Letnan Sutopo, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangsel, Rabu (14/4/2021).

Lutfi mengatakan, pengiriman ganja dengan berat 2-3 kilogram itu sudah berlangsung setahun sebanyak 3-4 kali.

Baca juga: Bongkar Jaringan Narkoba di Kampus, Polisi Ringkus Seorang Mahasiswa Pengedar Ganja di Serpong

"Sudah kurang lebih 3-4 kali pengiriman dari Sumatera, 3 kilo 2 kilo 3 kilo lagi, ya sudah jadi pekerjaan merka," ujarnya. 

Melalui jasa pengiriman, barang haram itu dikamuflasekan sebagai makanan.

"Itu disamarkan jenisnya makanan, dari resi," ujarnya.

Dalam mengedarkan barang haram itu, Usman tidak sendiri, ia bersama kawanannya yang sedang dalam pengejaran aparat.

Usman yang sudah tertangkap kini dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan juga 111 ayat 2 Undang-Undang nomor 35 tahun 2019 tentang narkotika, dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved