Tukang Ojek Tewas Ditembak KKB, Duka Istri Pingsan Belum Seminggu Lepas Rindu Bertemu Suami di Papua
Tewasnya Udin (41) tukang ojek yang tewas ditembak KKB di Kabupaten Puncak Papua meninggalkan rasa duka bagi istrinya Sabrina.
Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Di tengah selimut duka bersama keluarga besarnya di kampung halaman, Sabrina tak kuasa menahan tangis.
Tak hanya itu, Sabrina pun sempat beberapa kali pingsan dan tak sadarkan diri.
Tentunya hal itu terjadi karna Sabrina merasa terlalu berat untuk menrima kejadian naas ini.
Terpantau oleh Tribuntimur.com, Sabrina pingsan kira 3 kali sejak setibanya di kediamannya.
Sabrina tiba di kampung halaman bersama jasad sang suami sekira pukul 20.30 Wita.
Salah satu warga yang turut melayat pada malam itu, Suardi mengatakan bahwa istri udin pasti shock berat menerima peristiwa nahas yang menimpa suaminya
"Itu saja sejak tiba disini sudah beberapa kali pingsan," ujarnya.

Pihaknya pun berharap Sabrina diberikan ketabahan untuk menerima cobaan ini.
"Semoga Sabrina dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan untuk menerima cobaan ini," harapnya.
Udin tertembak oleh KKB pada saat usai mengantar penumpang ojeknya.
Udin tertembak dua kali, yang pertama luka tembak di bagian dada kanan tembus punggung.
Selain itu, Udin juga mengalami luka tembak pada pipi bagian kirinya.
Setiap harinya Udin bekerja sebagai tukang ojek di Papua.
Peristiwa tersebut tepatnya terjadi di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua.
Baca juga: Guru Dikepung Sebelum Tewas Ditembak KKB, Istri Korban: Saya Telepon Tapi Suaranya Bukan Suami Saya
Baca juga: Kisah Wanita Selamat dari KKB di Papua, Tangan dan Leher Dibacok Parang Beruntung Nyawa Tak Melayang
Isak Tangis di Rumah Duka