Ramadan 2021
Pengunjung Pasar Tanah Abang Tembus 100 Ribu Orang, Pimpinan DPRD DKI Bereaksi: Harus Diperketat
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik buka suara soal kerumunan pengunjung di Pasar Tanah Abang beberapa hari ini terakhir ini.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Anies menyebut, ribuan petugas gabungan ini bakal disebar di sejumlah titik yang menjadi pintu masuk Pasar Tanah Abang.
"Mereka diterjunkan untuk menjaga ketertiban protokol kesehatan. Kalau pasar di dalam pengunjung masih penuh, maka pintu ditutup dan tidak boleh masuk sampai jumlahnya berkurang," ujarnya.
Atur Ulang Jam Tutup Pasar Tanah Abang
Mulai kemarin, Pemprov DKI melalui PD Pasar Jaya mengubah jam operasional Pasar Tanah Abang.
Kini, jam tutup Pasar Tanah Abang dibagi menjadi dua, yaitu pukul 16.00 WIB dan pukul 17.00 WIB.
"Jadi mulai sore ini pasar akan ditutup dibagi ada yang jam 16.00 WIB dan ada yang tutup jam 17.00 WIB," ucapnya, Minggu (2/5/2021).
Anies menyebut, jeda satu jam diterapkan untuk meminimalisir kerumunan warga yang pulang setelah berbelanja di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Baca juga: Anies Baswedan: Mulai Besok Sore KRL Tak Berhenti di Stasiun Tanah Abang
Baca juga: Begini Respon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Lihat Pengunjung Pasar Tanah Abang yang Berjubel
Baca juga: Pertemuan di Kota Tua Disorot Arief Poyuono: Anies-Erick Tinggal Hompimpah Saja Buat Pilpres 2024
"Untuk menghindari keluar bersamaan dan kemudian menuju ke titik yang hampir sama," ujarnya menerangkan.
KRL Tak Berenti di Stasiun Tanah Abang pukul 15.00 WIB sampai 19.00 WIB
Mulai hari ini, perjalanan KRL bakal mengalami sedikit perubahan, dimana Stasiun Tanah Abang tak lagi melayani naik/turun penumpang pada pukul 15.00 WIB sampai 19.00 WIB.
Anies menyebut, penyesuaian jam operasional ini merupakan hasil koordinasi antara Pemprov DKI dengan PT KAI.
"Sore besok pukul 15.00 WIB sampai 19.00 WIB, KCI (Kereta KRL) tidak akan berhenti di Tanah Abang, sehingga tidak angkut penumpang dari sana," ucapnya, Minggu (2/5/2021).
Lebih lanjut Anies Baswedan menjelaskan, kebijakan ini dibuat demi mengurai kepadatan jumlah pengunjung di sore hari.
Pasalnya, penumpukan penumpang terjadi Sabtu (1/5/2021) kemarin saat banyak masyarakat pulang belanja dari Pasar Tanah Abang.
"Situasi di pasar itu jam kedatangan orang berbeda-beda, ada yang pagi dan siap. Tapi, jam pulangnya bersamaan," ujarnya di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.