Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Sempat Ragu Gelar Maulid di Petamburan, Rizieq Shihab Singgung Pengajian Anggota Wantimpres

Rizieq Shihab menyatakan sempat ragu saat bekas organisasi pimpinannya, Front Pembela Islam (FPI) hendak menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Rizieq Shihab saat dihadirkan di sidang perkara dugaan tindak pidana karantina kesehatan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (3/5/2021). 

"Mereka sebutkan satu per satu yang menggelar Maulid, bahkan salah satu yang mereka sebutkan adalah salah satu anggota Wantimpres setiap bulan rutin menggelar pengajian Jumat kliwon dan yang hadir puluhan ribu, itu di kota Pekalongan," tuturnya.

Rizieq yang dihadirkan jadi saksi memberi keterangan untuk lima terdakwa lain kasus kerumunan Petamburan lalu setuju FPI yang saat itu belum dilarang pemerintah menggelar kegiatan.

Menurutnya sebelum tiba di Indonesia pada 10 November 2020 lalu dia sudah memperingatkan agar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar dengan penerapan protokol kesehatan.

Setibanya di Indonesia Rizieq lalu menerima informasi bahwa kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW bakal digelar pada tanggal 14 November 2020 lalu di Jalan KS Tubun.

"Saat itu panitia menyampaikan hal lain lagi, yaitu mereka menyampaikan supaya akad nikah dijadikan salah satu mata acara dalam acara Maulid. Tadinya saya keberatan, saya sudah merencanakan akad nikah itu di rumah, yang hadir hanya keluarga mempelai laki-laki dan mempelai perempuan," lanjut Rizieq.

Namun setelah mendengar laporan Ulama dari berbagai daerah yang datang ke Jakarta menyambut kedatangannya belum pulang karena ingin menghadiri kegiatan Maulid Nabi dia akhirnya setuju.

Baca juga: Petaka Ajakan Berkencan, PSK Ini Malah Dirudapaksa dan Kehilangan iPhone & Rp 100 Ribu

Rizieq mengatakan saat menikahkan putri pertama hingga ketiganya dia memang selalu menggelar akad nikah bersamaan kegiatan serupa Maulid Nabi agar tidak perlu mengundang Ulama-ulama.

"Saya ini sudah menikahkan putri saya, putri pertama, kedua, ketiga selalu pada acara Maulid semacam itu. Acara Maulid, acara Milad. Sehingga saya enggak repot lagi mengundang orang, karena Ulama-ulama banyak hadir," sambung dia.

Rizieq mengakui saat kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan acara pernikahan putri keempatnya terjadi kerumunan warga di Petamburan dan pelanggaran protokol kesehatan.

Namun dia membantah kerumunan yang menurut eks Kapolrestro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mencapai sekitar 5.000 orang itu akibat hasutan sebagaimana dakwaan JPU.

Halaman
1234
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved