Breaking News:

Menilik Sederet Peralatan Canggih di Laboratorium Kolaborasi UI untuk Dukung Inovasi Hayati

Menilik sederet peralatan canggih di Laboratorium kolaborasi Universitas Indonesia (UI) dan Merck.

Freepik
Ilustrasi laboratorium 

TRIBUNJAKARTA.COM - Menilik sederet peralatan canggih di Laboratorium kolaborasi Universitas Indonesia (UI) dan Merck.

Laboratorium kolaborasi yang berlokasi di Gedung Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) UI ini didirikan untuk membantu memajukan penelitian dan perkembangan inovasi ilmu Hayati di Indonesia.

Peresmian laboratorium ini telah dilakukan pada Maret 2021 lalu.

Presiden Direktur PT Merck Chemicals dan Life Science, Christopher Thomas menjelaskan pihaknya menyediakan alat laboratorium canggih senilai Rp3 miliar.

"Nantinya kami akan memfasilitasi penelitian dengan memberikan transfer pengetahuan, pendampingan oleh para ilmuwan kami di bidang pemantauan lingkungan, analis kimia, mikrobiologi, biologi molekuler, pangan, pertanian dan pengelolaan limbah," ucapnya dalam keterangan resmi pada TribunJakarta, Senin (17/5), 

Baca juga: Seluruh Direksi Dipecat Erick Thohir Karena Alat Swab Bekas, Ini Sejarah PT Kimia Farma Diagnostika

Dalam mendukung terlaksananya laboratorium kolaborasi, berikut sederet alat canggih yang diberikan Merck:

1. Spektrofotometer; peralatan uji kontaminasi kimiawi terutama dari sampel air, makanan, dan limbah

2. Luminex®; pengujian berbasis immunoassay yang dapat digunakan untuk penelitian pengembangan vaksin dan penemuan obat

3. Pemuat Udara MA 100 NT; alat pengambilan sampel untuk memantau kontaminasi mikroorganisme di udara

4. Pemurnian Air Milli-Q®; alat pemurni air yang digunakan dalam penelitian agar hasil pengujian lebih akurat

5. Prosedur pencucian karakteristik racun (TCLP); alat untuk ekstraksi sampel untuk pengujian kontaminasi kimia

Kerjasama ini diharapkan bisa mendukung penelitian dan perkembangan inovasi ilmu Hayati di Indonesia.

Baca juga: Jalur Mandiri UPN Veteran Jakarta Dibuka, Catat Syarat dan Cara Lengkap Pendaftarannya

“Kami berharap dukungan kami dapat memberdayakan para peneliti muda untuk menghasilkan penelitian dan terobosan life science berkualitas dunia,” terangnya.

Christopher menjelaskan, penelitian di laboratorium kolaborasi akan mengambil langkah berbeda bergantung pada bidangnya.

Yang pasti, lanjutnya, proposal penelitian bisa berasal dari peneliti UI atau institusi lainnya yang ingin bekerja sama dan nantinya akan dipertimbangkan oleh tim.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved