Breaking News:

Kedelai Mahal, Produsen Tempe Tahu di Jakarta Tak Berencana Mogok Produksi

Produsen tempe tahu tak berencana melakukan aksi mogok produksi sebagai bentuk protes kenaikan harga kedelai impor yang kini Rp 11 ribu per kilogram.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Lapak pedagang tempe di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (29/5/2021) - Produsen tempe tahu tak berencana melakukan aksi mogok produksi sebagai bentuk protes kenaikan harga kedelai impor yang kini Rp 11 ribu per kilogram. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Produsen tempe tahu di Provinsi DKI Jakarta tidak berencana melakukan aksi mogok produksi sebagai bentuk protes kenaikan harga kedelai impor yang kini mencapai Rp 11 ribu per kilogram.

Beda dengan sejumlah produsen di Provinsi Jawa yang melakukan aksi mogok produksi sejak Jumat (28/5/2021).

Para produsen tempe mogok produksi karena mahalnya harga kedelai impor bahan baku pembuatan tempe tahu.

Ketua Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta, Sutaryo mengatakan hingga kini pihaknya tidak berencana melakukan aksi mogok produksi serupa.

"Kopti DKI tidak akan mogok produksi. Kenaikan harga kedelai karena banyak faktor, (harga kedelai di) pasar dunia terus naik," kata Sutaryo saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Sabtu (29/5/2021).

Tempat usaha produksi tempe milik Ani di Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (7/1/2021)
Tempat usaha produksi tempe milik Ani  Jakarta Timur, Kamis (7/1/2021) (TribunJakarta/Bima Putra)

Keputusan ini beda dengan saat kenaikan harga kedelai impor jadi Rp 9.200 per kilogram di awal tahun 2021 lalu.

Kala itu Kopti DKI Jakarta ikut melakukan aksi mogok produksi selama tiga hari.

Baca juga: Rombongan Moge Konvoi Masuk Jalur Transjakarta, 4 Kena Tilang: Polisi Buru 4 Moge yang Kabur

Baca juga: Timnas Indonesia Vs Oman Batal Tayang, PSSI Tak Mau Laga Disiarkan: Cek Live Pertandingan di Sini

Baca juga: Jadi Korban Persetubuhan Anak Anggota DPRD Bekasi, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas Kasus TPPO

Menurutnya satu faktor memengaruhi kenaikan harga kedelai dunia saat ini karena Cina meningkatkan jumlah impor mereka ke Amerika yang merupakan satu negara produsen terbesar kedelai.

"Betul, Cina terus menaikan pembelian," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved