Antisipasi Virus Corona di DKI

Perpanjangan Mikro Lockdown Klaster Covid-19 di Cilangkap Tunggu Hasil Evaluasi

Warga RT 03/RW 03, Kelurahan Cilangkap, menunggu keputusan Satgas Covid-19 terkait perpanjangan mikro lockdown di permukiman mereka.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana di RT 03 RW 03 Kelurahan Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur saat mikro lockdown usai ratusan warga terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (27/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Warga RT 03/RW 03, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur masih menunggu keputusan Satgas Covid-19 terkait perpanjangan mikro lockdown di permukiman mereka.

Meski jumlah warga RT 03/RW 03 yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 terus bertambah, yakni sebanyak tujuh warga per Sabtu (29/5/2021) siang dari total 104 kasus terkonfirmasi Covid-19.

TONTON JUGA

Ketua RW 03 Kelurahan Cilangkap Rosadi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil evaluasi terhadap perpanjangan mikro lockdown di permukiman warga RT 03 yang berakhir pada Rabu (2/6/2021).

"Per hari ini (mikro lockdown) sudah 10 hari. Nanti akan evaluasi, rapat sama Lurah, Camat bagaimana, apakah perlu diperpanjang atau tutup," kata Rosadi saat dikonfirmasi di Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/5/2021).

Pihaknya masih belum bisa memastikan mikro lockdown berakhir karena masih ada warga yang menjalani isolasi.

Permukiman warga RT 03/RW 03 Kelurahan Cilangkap yang memberlakukan lockdown lokal di Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (23/5/2021). 
Permukiman warga RT 03/RW 03 Kelurahan Cilangkap yang memberlakukan lockdown lokal di Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (23/5/2021).  (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Terbanyak di RS Darurat Wisma Atlet, Jakarta Pusat dengan total 67 warga.

Sisanya diisolasi di RSUD Ciracas dan RSUD Duren Sawit.

Baca juga: Pria Pembunuh Wanita Tanpa Busana di Menteng Diamankan, Tangan Diborgol Tak Berkutik Dibawa Polisi

Baca juga: Mudah, Ini Cara Cek Penerima BLT UMKM 1,2 Juta: Bisa Klik eform.bri.co.id/bpum atau banpresbpum.id

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Tingkat Keterisian Tempat Tidur di Tangerang Naik 10 Persen

Hanya 17 warga yang terkonfirmasi Covid-19 tapi diperbolehkan menjalani isolasi mandiri di rumah berdasar pertimbangan Satgas Covid-19.

Sementara berdasar hasil penyelidikan epidemiologi Puskesmas Kecamatan Cipayung, kasus 104 warga RT 03/RW 03 terkonfirmasi Covid-19 diduga berawal dari kegiatan halalbihalal Idulfitri 1442 Hijriah.

"Yang kita mikro lockdown hanya satu RT, RT 03/RW 03, karena kasus terbanyak di RT 03, yang masuk zona merah.

Selama mikro lockdown warga tidak boleh keluar sama sekali, pengecualian kalau ada keperluan mendesak," ujarnya.

TONTON JUGA

Pengawasan mikro lockdown ini diawasi Satgas Covid-19 RW 03 dan petugas gabungan terdiri dari tim medis, Satpol PP, TNI-Polri, tujuannya memastikan warga mematuhi protokol kesehatan.

Rosadi menuturkan selama menjalani isolasi mandiri kebutuhan logistik makanan dan minum dipasok dapur umum yang didirikan warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sesama.

Baca juga: Pria Pembunuh Wanita Tanpa Busana di Menteng Diamankan, Tangan Diborgol Tak Berkutik Dibawa Polisi

"Jadi perketat protokol kesehatan di sini. Untuk tujuh warga yang sembuh sekarang sudah kembali ke rumah mereka masing-masing, jadi masih diminta untuk isolasi mandiri di rumah," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved