Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Minta Bebas Murni, Menanti Hakim Bacakan Vonis Habib Rizieq Shihab di Kasus Tes Swab RS UMMI Bogor

Pengadilan Negeri Jakarta Timur bakal menggelar sidang lanjutan perkara dugaan tindak pemberitahuan bohong tes swab Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
KOMPAS.COM/GARRY ANDREW LOTULUNG
Rizieq Shihab 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pengadilan Negeri Jakarta Timur bakal menggelar sidang lanjutan perkara dugaan tindak pemberitahuan bohong tes swab Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor pada Kamis (24/6/2021).

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Khadwanto mengatakan sidang tersebut beragenda putusan untuk tiga terdakwa yakni Rizieq, Muhammad Hanif Alatas, dan dr. Andi Tatat.

"Pemeriksaan perkara ini telah selesai, tinggal majelis hakim akan mempelajari berkas untuk menjatuhkan putusan pada Kamis, tanggal 24 Juni 2021 ya," kata Khadwanto di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (17/6/2021).

Sidang berlanjut ke agenda putusan setelah seluruh tahapan sebelumnya rampung, dari pembacaan dakwaan, eksepsi, pemeriksaan saksi dan terdakwa, tuntutan, pleidoi, replik, duplik.

Melalui pleidoi atau pembelaannya ketiga terdakwa meminta Majelis Hakim menjatuhkan vonis bebas murni karena merasa tidak bersalah melakukan tindak pidana pemberitahuan bohong.

Sementara melalui replik atau tanggapan atas pleidoi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta Majelis Hakim menolak pleidoi dan mengabulkan tuntutan vonis bersalah enam tahun penjara terhadap Rizieq.

Baca juga: Rizieq Shihab Cemaskan PN Jakarta Timur Dikepung Massa, HRS: JPU Agar Hati-hati

Baca juga: Rizieq Shihab Keluhkan Pembuatan Duplik Ganggu Waktunya Berdakwah di Rutan

Lalu vonis bersalah dengan hukuman dua tahun penjara kepada Hanif dan dr. Andi Tatat karena terbukti melanggar pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Bahwa ketiga terdakwa berbohong menyatakan Rizieq dalam kondisi sehat ketika dirawat di RS UMMI Bogor pada November 2020 lalu karena hasil tes swab PCR-nya terkonfirmasi Covid-19.

Pada duplik atau jawaban atas replik ketiga terdakwa dan tim kuasa hukumnya kembali meminta vonis bebas murni karena merasa tidak bersalah sebagaimana dakwaan dan tuntutan JPU.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved