Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Tarik Rem Darurat, Anies Otak-atik Aturan: Tutup Tempat Ibadah, Tapi Warga Gelar Hajatan Boleh

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mengotak-atik aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TRIBUN-VIDEO.COM/ Aprilia Saraswati
ILUSTRASI - Lockdwon atau karantina wilayah terkait pencegehan Virus Corona Covid-19 yang sudah mewabah di Indonesia dan dunia. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mengotak-atik aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Hal ini dilakukan sebagai upaya Anies menekan laju penularan Covid-19 yang terus meroket beberapa pekan terakhir ini.

Aturan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 796 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro yang diterbitkan pada 21 Juni 2021.

Dalam Kepgub itu, Anies memperketat sejumlah aturan, salah satunya soal kegiatan peribadatan.

"Kegiatan peribadatan dilaksanakan di rumah," tulis Anies dalam aturan itu dikutip TribunJakarta.com, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Wagub DKI Klaim Pihaknya Sudah Terapkan Rem Darurat di Jakarta

Baca juga: Covid-19 di DKI Tembus 4.737 Kasus Sehari, Fraksi PAN Minta Anies Baswedan Tarik Rem Darurat 

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Wagub Ariza Beri Sinyal DKI Jakarta Bakal Tarik Rem Darurat

Artinya, kegiatan peribadatan di tempat-tempat ibadah, baik itu masjid hingga gereja untuk sementara ditiadakan.

Kemudian, Anies juga melarang segala kegiatan di area publik atau tempat lainnya yang bisa memicu kerumunan.

Aturan yang sama juga berlaku pada kegiatan seni, sosial, budaya, kemasyarakatan, seminar, rapat, hingga pertemuan luring.

"Kegiatan di area publik dan tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan masa ditiadakan," ucapnya.

Pengecualian diberikan untuk kegiatan resepsi pernikahan. Kegiatan itu boleh dilaksanakan dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan ketat.

"Khusus kegiatan hajatan paling banyak 25 persen dari kapasitas dan tidak ada hidangan makan di tempat," ujarnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved