Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Bukan Cuma Jual Hasil Swab-PCR, 2 Pemuda Ini Juga Palsukan Kartu Vaksin Covid-19 hingga Surat Nikah

Dua pelaku pemalsu hasil tes swab antigen dan PCR diringkus polisi. Keduanya berinisial NI dan NFA.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Polda Metro Jaya merilis pengungkapan kasus hasil tes swab antigen, PCR, dan vaksin Covid-19 palsu, Selasa (13/7/2021). 

NI dan NFA menawarkan jasa memalsukan hasil tes Covid-19 dan sejumlah dokumen lainnya melalui media sosial.

"Tarifnya untuk hasil tes swab palsu Rp 100 ribu, PCR Rp 200 ribu, dan kartu vaksin Covid-19 Rp 200 ribu," tutur Yusri.

Kedua tersangka dijerat Pasal 263 dan atau Pasal 268 KUHP, Pasal 35 Jo Pasal 51 UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Jual hasil swab hingga vaksin palsu di medsos

Polda Metro Jaya menangkap dua kelompok pemalsuan hasil tes swab antigen, PCR, dan vaksin Covid-19.

Dari kelompok pertama, polisi mengamankan dua orang tersangka, yaitu NI dan NFA.

Polisi juga menangkap dua orang tersangka kelompok lainnya. Mereka adalah pasangan kekasih berinisial NJ dan NBP. 

"Modusnya sama, yaitu menawarkan (hasil swab antigen, PCR, vaksin Covid-19 palsu) melalui media sosial," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat merilis kasus ini, Selasa (13/7/2021).

Yusri mengungkapkan, kelompok pertama memasang tarif Rp 100 ribu untuk mencetak hasil swab antigen palsu.

"Kemudian PCR Rp 200 ribu dan untuk mencetak hasil vaksin dijual Rp 200 ribu," ujar dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved