Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Siapkan Anggaran Rp 623 Miliar, Anies Baswedan Bakal Bagi-bagi BST PPKM Darurat Rp 600 Ribu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyiapkan anggaran Rp 623 miliar untuk Bantuan Sosial Tunai (BST) selama masa PPKM Darurat.

Istimewa/Dok Pemprov DKI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan sidak di gedung Sahid Sudirman Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisus Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyiapkan anggaran Rp 623 miliar untuk Bantuan Sosial Tunai (BST) selama masa PPKM Darurat.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono yang mengaku sudah mendapatkan konfirmasi langsung dari Kepala Dinas Sosial Premi Lasari.

"Sudah terkonfirmasi, saya sudah komunikasi dengan bu Premi. DKI sudah siap salurkan BST," ucapnya, Selasa (13/7/2021).

Politisi Demokrat ini menyebut, penerima manfaat bakal mendapatkan jatah Rp300 ribu selama dua bulan.

Namun, dana tersebut dicairkan sekali, sehingga masyarakat akan langsung mendapatkan Rp600 ribu.

"Diberikan sekaligus, tidak Rp300 ribu, kemudian Rp300 ribu lagi. Tapi langsung Rp600 ribu," ujarnya saat dikonfirmasi.

Baca juga: Bidan Keciduk Warga Bareng Selingkuhan di Mobil Goyang: Akui Sudah Sering, Nasibnya Kini Menyedihkan

Baca juga: Manfaatkan Akses Sektor Pangan Saat PPKM Darurat, Ini Modus Baru Penyelundupan Benur Jawa-Sumatera

Baca juga: Data Pelapor Via Jaki Diduga Bocor, Lurah Pisangan Baru Bantah Warganya Terima Intimidasi

Ia menjelaskan, dana bansos ini didapat Anies dari hasil refocusing sejumlah mata anggaran dalam APBD 2021 yang dianggap bukan prioritas di masa pandemi Covid-19.

Beberapa program Pemprov DKI yang dialihkan untuk dana BST ini seperti  rehabilitasi panti sosial dan sekolah.

"Dana untuk rehab panti didrop, terus rehab sekolah juga. Itu kan enggak prioritas, jadi dapatkah angka sekian banyak, salah satunya buat BST Rp 623 miliar," kata dia.

Walau demikian, Mujiyono menuturkan, dana ratusan miliar itu hanya akan dibagikan untuk warga Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu saja.

Sebab, pendistribusian BST di wilayah lain menjadi tanggung jawab pemerintah pusat atau dalam hal ini Kementerian Sosial.

"Untuk Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu itu BST-nya sudah ready. Cuma harus nunggu wilayah lain biar barengan," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved