Antisipasi Virus Corona di DKI

Gubernur Anies Minta Lurah Hingga RT Ajak Warga Ikuti Vaksinasi Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar vaksinasi massal ditingkatkan guna mencapai target herd immunity atau kekebalan komunal Covid-19.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau vaksinasi Covid-19 di GOR Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (17/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di GOR Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu (17/7/2021).

Dalam kunjungannya Anies tidak hanya mengecek pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di GOR Ciracas yang sudah berjalan sejak 24 Juni 2021 lalu dengan melibatkan tim vaksinator Puskesmas.

TONTON JUGA

Lurah Ciracas Rikia Marwan mengatakan dalam kunjungan tersebut Anies meminta agar vaksinasi massal ditingkatkan guna mencapai target herd immunity atau kekebalan komunal Covid-19.

"Pesan bapak Gubernur agar Lurah, RW, RT, Kader Dasawisma dan LMK meningkatkan dalam mengajak warganya vaksinasi sebagai satu upaya menimilasir penyebaran Covid-19," kata Rikia saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Minggu (18/7/2021).

Tujuannya guna mencapai herd immunity atau kekebalan komunal Covid-19 yang ditetapkan pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta tercapai pada bulan Agustus 2021 mendatang.

Lurah Ciracas Rikia Marwan di Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (14/6/2019)
Lurah Ciracas Rikia Marwan di Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (14/6/2019) (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Satgas Covid-19 Kecamatan Ciracas pun menambah kuota peserta vaksinasi di GOR Ciracas khusus pada tanggal 17-18 Juli 2021, dari yang sebelumnya 1.000 peserta per hari menjadi 5.000.

"Adapun untuk jumlah warga yang hadir mengikuti vaksinasi massal Covid-19 di GOR Ciracas pada 17 Juli 2021 sebanyak 4.000 orang, tervaksin 3.015 dan yang tidak bisa divaksin sebanyak 986 orang," ujarnya.

Baca juga: Polda Metro Jaya Gelar Razia Travel Gelap Cegah Penumpang Mudik Iduladha

Baca juga: Jokowi Ingatkan Menteri Soal Perpanjangan PPKM Darurat Segera Diumumkan: Jangan Sampai Keliru

Baca juga: Akal Bulus 36 Sopir Bus AKAP Saat PPKM Darurat, Angkut Penumpang dari Terminal Bayangan

Rikia menuturkan penambahan kuota peserta vaksinasi Covid-19 di GOR Ciracas pihaknya mendapat bantuan tim vaksinator dari tenaga kesehatan Puskes TNI dan Pusdokkes Polri.

Warga yang hendak mengikuti vaksinasi Covid-19 di GOR Ciracas cukup datang membawa fotokopi KTP dan menunggu giliran antre, atau mendaftarkan diri secara online lewat aplikasi JAKI.

"Diharapkan dari digelarnya sentra vaksinasi Covid-19 di GOR Ciracas dapat menekan kasus Covid-19 di Jakarta Timur, khususnya di Kelurahan Ciracas yang termasuk wilayah padat penduduk," tuturnya.

Baca juga: Ardi Bakrie & Istri Terjerat Narkoba, Ibu Nia Ramadhani Berkaca-kaca Ucap Ini: Untuk Anak dan Mantu

DKI Ikuti anjuran pemerintah

Terkait perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut akan mengikuti arahan pemerintah pusat.

Hal ini diungkapkan saat meninjau vaksinasi di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (17/7/2021).

"Arahnya apapun yang ditentukan oleh pemerintah pusat, kami diseluruh Pemprov akan melaksanakan," katanya di lokasi.

TONTON JUGA

Lebih lanjut ia mengatakan perpanjangan PPKM Darurat masih tetap menunggu dari Pemerintah Pusat.

"Terkait perpanjangan kita menunggu dari pemerintah pusat, karena PPKM ini memang kebijakan skala Nasional yang dikerjakan disemua wilayah," tandasnya.

Baca juga: Warga Lenteng Agung Antusias Mandi Uap di Sauna Keliling Saat Pandemi: Keluar Semua Keringatnya

Baca juga: Cerita Peserta Vaksinasi di Terminal Pulogebang: Rela Datang dari Pagi hingga Antre Berjam-jam

Baca juga: Vaksinasi Massal di Terminal Bus Pulogebang Jakarta Timur Ditargetkan Diikuti 10.000 Peserta

Untuk diketahui, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat disebut akan diperpanjang hingga akhir Juli 2021.

Kabar perpanjangan ini telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia (RI) Muhadjir Effendy.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebutnya telah memutuskan soal perpanjangan kebijakan tersebut.

4,7 Juta Penduduk DKI Jakarta Pernah Terinfeksi Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperkirakan lebih dari 4,7 juta warga ibu kota pernah terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Hal ini diungkapkan Anies di instagramnya (@aniesbaswedan) berdasarkan hasil survei yang dilakukan Pemprov DKI.

TONTON JUGA

"Ditemukan bahwa separuh penduduk Jakarta pernah terinfeksi virus SARS-CoV-2, penyebab Covid," tulisnya dikutip TribunJakarta.com, Jumat (16/7/2021).

Adapun survei itu merupakan hasil kerja sama dengan Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), lembaga Eijkman, dan CDC Indonesia pada15 hingga 31 Maret 2021 lalu.

Survei serologi itu diikuti oleh 4.919 warga DKI Jakarta dengan hasil 44,5 persen mengaku pernah terpapar Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melepas 16 mobil vaksinasi keliling di halaman Balai Kita Jakarta, Kamis (8/7/2021).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melepas 16 mobil vaksinasi keliling di halaman Balai Kita Jakarta, Kamis (8/7/2021). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

"Dari 10,6 juta penduduk Jakarta, maka diperkirakan sekitar 4.717.000 penduduk Jakarta pernah terinfeksi pada akhir Maret lalu," ujarnya.

Sebagai informasi, total kasus konfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta pada akhir Maret 2021 lalu hanya 382.055.

Baca juga: Gurih Manis Kuliner Legendaris Khas Betawi, Bisa Jadi Camilan Enak Saat WFH

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Terminal Pulo Gebang dan GOR Ciracas Sasar 20 Ribu Warga

"Ini berarti dari 4,7 juta estimasi warga yang pernah terinfeksi hanya 8,1 persen yang terdeteksi," kata Anies.

Padahal, Pemprov DKI kala itu sudah menggencarkan tracing, sehingga testing mencapai 10 hingga 20 kali standar yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun menduga, hal ini disebabkan banyaknya kasus tak bergejala, sehingga orang yang terpapar tidak terdeteksi.

TONTON JUGA

"Virus ini elusive alias 'licin' karena bisa terus bermutasi," tuturnya.

Untuk itu, Anies mendorong masyarakat segera divaksin agar kekebalan massal bisa segera terbentuk.

Dengan demiiian, mata rantai penularan Covid-19 bisa segera dihentikan.

"Mari lindungi diri dengan divaksin. Vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia saat ini, jangan tunda lagi," kata dia.

Baca juga: Remaja di Cikarang Tewas Saat Bikin Konten Challenge Malaikat Maut, Polisi Buru Pengemudi Truk

Anies menerangkan, masyarakat bisa dengan mudah mengakses layanan vaksinasi secara gratis lewat aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

Lewat aplikasi itu, masyarakat bisa memilimi lokasi vaksinasi dan waktu penyuntikannya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved