Sisi Lain Metropolitan

Suka Duka Iyan, Pemilik Layar Tancap yang Masih Bertahan hingga Sekarang: Layar Roboh saat Hujan

Ini cerita suka dan duka Nur Iyan, pemilik usaha layar tancep yang masih bertahan sampai sekarang.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Nur Iyam ,pengusaha layar tancep di kawasan Pondok Benda, Pamulang, memperlihatkan proyektor miliknya, Senin (6/9/2021). 

Tarif bisa lebih tinggi jika jarak tempuhnya jauh.

Biasanya untuk satu acara, Iyan akan memutar tiga sampai empat film dimulai dari pukul 20.00 WIB sampai 03.00 WIB. 

"Film-film yang digemari biasanya yang diperankan Benyamin, Barry Prima sama film Rhoma Irama," katanya. 

Baca juga: Siasat Pengusaha Penyewaan Layar Tancap Bertahan di Tengah Covid-19, Gelar Nobar di Rumah

Mantan Sopir yang Banting Setir

Di rumah sederhana Nur Iyan tersimpan koleksi ratusan film seluloid yang masih diputar untuk layar tancep.

Berawal dari hobi, dia memilih menyambung hidup dengan menyewakan reel-reel film dan proyektor 35 mm di tengah derasnya arus digital saat ini.

Nur Iyan (48), pengusaha penyewaan film 35 mm dan mesin proyektor, tengah memeriksa mesin proyektornya di rumahnya di Kawasan Pondok Benda, Tangerang Selatan pada Rabu (1/7/2020).
Nur Iyan (48), pengusaha penyewaan film 35 mm dan mesin proyektor, tengah memeriksa mesin proyektornya di rumahnya di Kawasan Pondok Benda, Tangerang Selatan pada Rabu (1/7/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Perkenalan Nur Iyan dengan film seluloid bermula saat masih kecil.

Kala itu, dia sering menyaksikan layar tancap.

Beranjak dewasa, Nur Iyan ingin mempunyai proyektor sendiri.

Dari hasil menyetir angkot, ia pertama kali membeli satu set lengkap proyektor 16 mm seharga Rp 5 juta dan sekitar 4 sampai 5 judul film pada tahun 2003.

Ia mulai menyewakan mesin proyektor dan film-filmnya kepada orang-orang.

Pada 2005, Nur Iyan membeli lagi mesin proyektor 35 mm tahun 1992.

Usaha penyewaan reel film dan layar tancap itu dijalankan oleh teman-temannya.

Baca juga: Kisah Nur Iyan, Mantan Sopir Angkot yang Koleksi 400 Judul Film Buat Layar Tancap

"Dulu waktu saya narik angkot Ciputat-Pamulang, usaha ini saya tinggalin, yang jalanin teman-teman," ucap dia.

Koleksi filmnya lambat laun mulai bertambah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved