Sisi Lain Metropolitan

Suka Duka Iyan, Pemilik Layar Tancap yang Masih Bertahan hingga Sekarang: Layar Roboh saat Hujan

Ini cerita suka dan duka Nur Iyan, pemilik usaha layar tancep yang masih bertahan sampai sekarang.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Nur Iyam ,pengusaha layar tancep di kawasan Pondok Benda, Pamulang, memperlihatkan proyektor miliknya, Senin (6/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Layar tancap bagi Nur Iyan (48) belum habis dimakan zaman, kendati sudah banyak bioskop modern. 

Masyarakat masih menggemari layar tancap atau layar tancep sebagai hiburan murah meriah.

Banyak suka dan duka dialami Nur Iyan selama menggeluti jasa layar tancep keliling.

Tak jarang ia melewati sawah hingga gang-gang sempit untuk mengibur warga yang ingin menyaksikan layar tancep.

Sistem kerja layar tancep sederhana karena film seluloid cukup disorotkan ke permukaan kain putih yang terbentang.

Baca juga: Agatha Chelsea Bersama Gree Garap Film dan Musik Inspiratif Breathe The Love

Banyak orang masih memanggil layar tancep untuk berbagai acara. 

Biasanya, ia melayani panggilan untuk khitanan, ulang tahun, perkawinan sampai tujuh bulanan.

Pengusaha layar tancap di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Nur Iyan pada Senin (6/9/2021).
Pengusaha layar tancap di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Nur Iyan pada Senin (6/9/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Masyarakat yang memanggil jasa layar tancep tak hanya di Jakarta dan sekitarnya. 

Mereka di pelosok daerah pun kerap meminta jasa Nur Iyan.

Sampai Lewat Sawah

Pernah Nur Iyan dan kru menggelar layar tancep untuk santunan anak yatim di Tegal Waru, Ciampea, Bogor. 

Ia tak membayangkan sulitnya menuju lokasi karena akses jalan menuju kampung tak bisa dilalui mobil.

Baca juga: Cerita Umar, Juru Parkir di Cipayung yang Kerap Ganti Kostum Tiap Bekerja

Mereka harus berjalan kaki melewati sawah sambil menggotong proyektor dan pengeras suara untuk ke lokasi.

"Kurang lebih setengah kilo jalannya," kenang Iyan kepada TribunJakarta.com di kediamannya di Pondok Benda, Pamulang pada Senin (6/9/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved