Lapas Tangerang Terbakar
Korban Kebakaran Lapas Tangerang Tambah Lagi, Jenazah Iwan Dimakamkan Di Samping Makam Ibunya
jenazah Iwan Setiawan (27), narapidana korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Banten langsung dibawa ke Tegal, Jawa Tengah.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Tutup usia setelah jalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang, jenazah Iwan Setiawan (27), narapidana korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Banten langsung dibawa ke Tegal, Jawa Tengah.
Iwan turut menjadi korban dalam insiden kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang.
Akibat jilatan api yang menghanguskan blok C2 Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (8/9/2021) dini hari, Iwan mengalami luka bakar 98%.
Namun, setelah beberapa hari menjalani perawatan, nyawanya tak bisa tertolong dan Iwan menghembuskan napas terakhirnya pada Senin (13/9/2021).
Ana, kakak korban mengatakan baru mengetahui kabar berpulangnya Iwan sekira pukul 19.00 WIB.
"Baru dengar kabar pukul 19.00 WIB. Ini memang sudah yang terbaik untuk Iwan, keluarga sudah ikhlas," katanya kepada TribunJakarta.com, Selasa (14/9/2021).
Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Iwan diketahui berada di ruang ICU dan sudah dipasangkan ventilator untuk membantunya bernapas.
Baca juga: Tangis Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Pecah Saat Penyerahan Jenazah
Koordinator Humas RSUD Kabupaten Tangerang, Liliek Kholidah, menjelaskan, upaya awal tim dokter untuk menyelamatkan Iwan adalah memberikan cairan infus untuk penanganan dehidrasi.
Setelah itu pasien diberikan obat penopang kinerja jantung.
"Suami (Ana) sama bapak yang ke rumah sakit untuk serah terima. Keluarga sudah ikhlas," tambahnya.
Selanjutnya, jenazah Iwan akan dimakamkan di Tegal tepat di samping makam Ibundanya.
"Jenazah langsung dibawa ke Tegal dari rumah sakit. Kita makamkan di Tegal, samping makam mama dan seluruh keluarga ikut ke sana," katanya.
Iwan sempat beri respon saat keluarga menjenguk
Baca juga: 18 Jenazah Korban Lapas Tangerang Teridentifikasi, 23 Masih Dalam Proses
Saat mendengar kabar Lapas Kelas I Tangerang terbakar, Ana segera mencari informasi terkait kondisi adiknya.
Setelah mengetahui adiknya berada di RSUD Kabupaten Tangerang, ia bersama suaminya pergi ke lokasi.
Ana menuturkan ketika ia tiba di RSUD Kabupaten Tangerang, dirinya bersama suami menemui petugas kepolisian dan dokter lebih dulu.
Setelah berkordinasi dengan mereka, akhirnya Ana mendapatkan penjelasan pasti terkait kondisi adiknya itu dari dokter yang menanganinya.
Baca juga: Total 48 Narapidana Jadi Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang, Bertambah 2 Hari Ini
"Akhirnya bisa ketemu dokter dan diberitahu bahwa dari 8 yang paling parah itu Iwan. Adik saya itu mengalami luka bakar 98%, cidera pernapasan. Kemudian saya disuruh tanda tangan untuk pemasangan sejumlah alat bantu di tubuh Iwan, seperti ventilator," jelasnya.
Kemudian dokter mengatakan bila hari ini, Iwan akan menjalani operasi pengangkatan luka bakar.
"Terus hari ini mau operasi pengangkatan luka bakar. Dijelasin resikonya juga. Tapi saya belum dapat kabar apa-apa hari ini," ucapnya.
Ketika bertemu dengan Iwan, sekujur tubuhnya, kata Ana, penuh luka bakar. 'Gosong' menjadi kata yang selalu disebutkan Ana kala mendeskripsikan kondisi anak kedua dari empat bersaudara itu di atas ranjang rumah sakit.
Baca juga: Santunan Rp 30 Juta Korban Lapas Tangerang Dipertanyakan, Ditjen PAS: Tanya Pak Menteri
"Kaki dan tangannya sedikit-sedikit luka bakarnya. Tapi yang parah itu di bagian wajah, dada dan perut. Diajak ngomong masih respon. Tapi wajahnya sudah gosong, bengkak," ucap Ana sambil menangis.
Meski mengalami 98% luka bakar, Ana masih tetap mengenali adiknya.
Ana menyebut adiknya itu memiliki ciri khas yakni telapak kaki yang besar dan sejumlah bekas luka.
"Iwan, mba Ana datang buat nengokin Iwan. Iwan yang kuat ya, kan Iwan bilang kalau Iwan pulang mau ke makam mama bareng-bareng. Masa pulang nengokin mama dengan keadaan begini. Kita maunya Iwan pulang bareng-bareng sehat," ucap Ana kepada Iwan.
Tanpa berbicara Iwan langsung mengangkat jempol kanannya pertanda oke.
"Mba Ana pulang dulu ya Iwan. Iwan yang kuat," tambah Ana.
Iwan kembali merespon dan mengangkat jempol kirinya.
Baca juga: Jenazah Petra Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Keluarga Siapkan Prosesi Pemakaman
"Jadi interaksinya hanya sebatas itu. Dia merespon dengan angkat jempol kanan dan kiri aja," paparnya.
Keluarga tak miliki firasat
Selain itu, Ana turut mengungkapkan pihak keluarga justru tak memiliki firasat apapun terkait kejadian tersebut.
Baik dirinya, ayahnya maupun adik-adiknya tak miliki firasat maupun mimpi sebelum kejadian kebakaran yang menewaskan puluhan narapidana itu.
"Kita sekeluarga enggak ada firasat apapun. Benar-benar enggak ada," katanya.
Baca juga: 2 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi Lewat Gigi
Ana mengatakan justru teman-teman adiknya lah yang mendapatkan firasat itu.
Melalui pesan di Facebook maupun WhatsApp, teman adiknya itu mengatakan selintas teringat Iwan.
"Ya paling firasatnya justru dari teman-temannya aja inbox dan WA saya. Pantesan Mba Ana, saya kepikiran Iwan, kangen Iwan tiba-tiba," sambungnya.
Meski begitu, Ana mengatakan pihak keluarganya justru mengingat ucapan Iwan pada bulan Juni 2021 lalu.
Ucapan singkat, namun kerap dilontarkannya kepada pihak keluarga.
"Dia kan dibui sudah dari 2016. Lalu pas bulan Juni kemarin kasih tahu keluarga untuk mengurus surat-surat karena dia bilang sebentar lagi mau pulang," ungkapnya.
Baca juga: Teridentifikasi, Jenazah Petra Eka Korban Kebakaran Lapas Tangerang Diserahkan ke Keluarga Besok
"Iwan bentar lagi pulang, tolong dijemput. Maunya langsung ke makam mama (ke Tegal). Iwan nggak mau tinggal di Jakarta maunya di kampung aja, biar deket sama mama. Urusin berkas berkas ya," ujar Ana menirukan suara Iwan kala itu.
Namun karena pandemi, kata Ana, pengurusan tersebut harus mundur dari waktu yang ditentukan.