Breaking News:

Boleh Jualan, Tapi Tak Dipajang, Satpol PP Tutup Etalase Rokok Minimarket di Jakarta dengan Kain

Satpol PP DKI Jakarta mulai gencar menutup iklan dan etalase rokok di minimarket maupun swalayan.

Editor: Wahyu Aji
Kompas.com/SONYA TERESA
Petugas satpol PP Jakarta Barat menutup display rokok di sebuah minimarket dengan kain putih pada Senin (13/9/2021). 

Kalau jualan boleh

Pemprov DKI Jakarta melarang minimarket hingga toko kelontong memajang rokok di etalase toko.

Hal ini tertuang dalam Seruan Gubernur (Sergub) DKI Nomor 8 Tahun 2021 tentang pembinaan kawasan dilarang merokok.

Penutupan etalase rokok di minimarket maupun toko kelontong pun kini mulai digencarkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta.

Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin di halaman Balai Kota, Jakarta Pusat saat diwawancara awak media, Senin (6/9/2021).
Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin di halaman Balai Kota, Jakarta Pusat saat diwawancara awak media, Senin (6/9/2021). (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

"Para pedagang akan kami ingatkan tidak boleh (memajang rokok), ada larangan yang berkaitan dengan tayangan iklan rokok atau pajangan," ucap Kepala Satpol PP Arifin, Selasa (13/9/2021).

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini pun meminta masyarakat segera melapor bila menemukan adanya iklan maupun pedagang yang memajang rokok di etalasenya.

"Kami larang itu, minimarket yang menanyangkan iklan reklame rokok tidak diperbolehkan, apakah iru ditutup atau mungkin dihilangkan untuk tidak menayangkan iklan rokok di ruang indoor," ujarnya saat dikonfirmasi.

Walau demikian, para penjual hanya sebatas dilarang memajang rokok di muka umum, mereka pun tetap diperbolehkan menjualnya.

"Jualan rokok sih boleh, yang enggak bolehnya reklamenya, tayangan iklannya yang enggak boleh," tuturnya.

Wagub: Program Jakarta bebas rokok

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved