Tugu Sepatu Dibangun Era Anies, Pegiat Medsos Tunggu Tugu Kaos Kaki: Biar Enggak Lecet

Tugu Sepatu di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat nmenggegerkan warga ibu kota. Pegiat media sosial Eko Kuntadhi malah menunggu Tugu Kaos Kaki.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Tugu Sepatu raksasa yang terletak di Jalan Sudirman Jakarta Pusat, Jumat (17/9/2021) malam. Pegiat media sosial Eko Kuntadhi berkomentar mengenai Tugu Sepatu di Jakarta itu. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Tugu Sepatu di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat menggegerkan warga ibu kota.

Tugu Sepatu tersebut dibangun di dekat Stasiun BNI City, tepatnya di Taman Dukuh Atas.

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi berkomentar mengenai Tugu Sepatu di Jakarta itu.

Melalui akun twitter @_ekokuntadhi, ia mengaku sedang menunggu pembangunan Tugu Kaos Kaki.

"Gue nungguin tugu kaos kaki. Biar gak lecet...," tulis Eko Kuntadhi dikutip dari TribunTimur.com, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Ferdinand Hutahaean Kritik Tugu Sepatu, Pemprov Mau Mempercantik Ibu Kota: Justru Mengotori Jakarta

Tak hanya sampai di situ, Eko Kuntadhi lalu memposting kolase foto saat Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mempresentasikan Simpang Susun Semanggi dengan foto Anies Baswedan yang sudah edit seolah mempresentasikan Tugu Sepatu.

Tanggapan Eko Kuntadhi soal Tugu Sepatu
Tanggapan Eko Kuntadhi soal Tugu Sepatu (Twitter @_ekokuntadhi)

"Masing-masing punya karya. Yang satu simpang susun semanggi. Yang satu lagi tugu sepatu. Keduanya tidak perlu dibandingkan. Daripada mules...," tulis Eko Kuntadhi, Sabtu (18/9/2021) pukul 12.35 tengah malam.

Kolase: Foto Ahok saat mempresentasikan Simpang Susun Semanggi dengan foto Anies yang sudah edit seolah mempresentasikan Tugu Sepatu.
Kolase: Foto Ahok saat mempresentasikan Simpang Susun Semanggi dengan foto Anies yang sudah edit seolah mempresentasikan Tugu Sepatu. (Twitter @_ekokuntadhi via Tribun Timur)

Kemunculan Tugu Sepatu

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Gumilar Ekalaya mengungkapkan tugu sepatu merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI bersama Jakarta Experience Board (JXB) dengan pelaku ekonomi kreatif sepatu lokas Compass.

Instalasi sepatu raksasa bertajuk Xpresikan Warnamu ini sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian acara Festival Kolaborasi Jakarta 2021.

“Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan Pemprov DKI Jakarta dan pelaku ekonomi kreatif terhadap Tahun Internasional Ekonomi Kreatif 2021 yang dicanangkan oleh UNCTAD," kata Gumilar, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Tugu Sepatu Raksasa di Jalan Sudirman Instagramable, Menarik Minat Masyarakat untuk Berfoto

"Kami menyambutnya dengan turut menggelar instalasi dari para pelaku ekonomi kreatif," tambahnya.

Gumilar berharap, kegiatan ini bisa memberikan dampak positif pada perekonomian ibu kota.

Khususnya, bagi pelaku usaha lokal yang terdampak pandemi Covid-19.

"Tujuannya, untuk membangkitkan dan memberikan dukungan kepada pelaku ekonomi kreatif di Jakarta untuk tetap berkreasi di tengah tantangan pandemi,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Tugu sepatu di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (17/9/2021)
Tugu sepatu di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (17/9/2021) (TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

"Dengan sinergitas yang efektif antara pemerintah bersama dengan seluruh stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta, diharapkan para pelaku ekonomi kreatif di Jakarta bisa bangkit dan pulih lebih cepat," tambahnya menjelaskan.

Selain di kawasan Dukuh Atas, instalasi sepatu Xpresi dari Compass ini juga dipasang di Lapangan Banteng dan Alun-alun Velodrome.

Menurut rencana, tugu sepatu ini bakal dipasang di tiga titik itu hingga 26 September 2021 mendatang.

Gumilar menyebut, pembangunan instalasi ini merupakan inisiasi dari pelaku ekonomi kreatif yang bersifat non-budgeter APBD.

Artinya, pembangunanya tak sepeser pun menggunakan anggaran dari kas daerah.

"Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi dengan menyediakan ruang publik yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Jakarta," kata Gumilar.

Baca juga: Tugu Sepatu di Kawasan Sudirman, Pemprov DKI: Bentuk Dukungan kepada Ekonomi Kreatif

Sebagai informasi, instalasi seni ini dilengkapi QR code yang dapat dipindai, sehingga masyarakat dapat membaca surat terbuka yang ditujukan kepada para pejuang kreatif.

Surat ini berisi ajakan kepada seluruh elemen, terutama para pelaku ekonomi kreatif untuk bisa melakukan pendekatan adaptasi, inovasi dan kolaborasi untuk dapat bertahan di masa sulit.

Instalasi yang hadir di Ibu Kota ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk membuat gerakan-gerakan kolaborasi yang lebih besar.

Dengan demikian diharapkan, Jakarta sebagai kota metropolitan bisa menjadi sebuah kanvas yang bisa dilukis oleh warganya untuk berekspresi, berkreasi, dan berinovasi.

Proyek Mempercantik Jakarta

Instalasi bambu karya Joko Avianto berjudul
Instalasi bambu karya Joko Avianto berjudul "Getih Getah Pasukan Majapahit" terpasang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018). Karya seni ini ditopang 73 bambu menandai usia NKRI, menghabiskan 1.500 bambu dengan ketinggian sekitar 20 meter dan lebar 13 meter. (Warta Kota/Alex Suban)

Pemprov DKI Jakarta sempat membangun instalasi bambu Getih Getah di Bundaran Hotel Indonesia (HI) depan Monumen Selamat Datang, Jakarta Pusat.

Kini instalasi tersebut tinggal kenangan.

Tak ada lagi instalasi bambu yang berdiri kontras di tengah gedung-gedung modern.

Kini, hanya tersisa tanaman-tanaman hijau yang menghiasi sekitar bekas tempat bambu tersebut.

Instalasi bambu tersebut telah dibongkar pada Rabu (17/7/2019) malam setelah bertahan selama 11 bulan.

Baca juga: Divonis Bersalah Soal Polusi Udara, Reaksi Anies: Kami Berada di Barisan Depan Lawan Perubahan Iklim

Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengungkap alasan pembongkaran instalasi bambu.

Menurut dia, kondisi instalasi bambu itu mulai rapuh sehingga tidak bisa digunakan lagi.

"Iya dilakukan pembongkaran karena bambunya sudah mulai rapuh karena cuaca, sehingga jalinan bambu sudah mulai jatuh, khawatir (nanti) rubuh," kata Suzi saat dihubungi, Kamis (18/7/2019).

Diketahui, instalasi bambu Getih Getah dibuat seorang seniman bernama Joko Avianto atas permintaan Gubernur DKI, Jakarta Anies Baswedan.

Instalansi bambu yang diresmikan Anies pada Kamis, 16 Agustus 2018 sempat jadi sorotan.

Satu di antaranya karena biaya yang dipakai untuk membuat dan memasang instalasi bambu mencapai setengah miliar!

Instalasi Getih Getah Diganti Gabion

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsita, saat setelah melakukan konferensi pers, di dekat instalasi Gabion, kawasan Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2019).
Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsita, saat setelah melakukan konferensi pers, di dekat instalasi Gabion, kawasan Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Lokasi bekas pemasangan instalasi seni getih getah kini tak lagi kosong.

Sesuai pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu bahwa lokasi yang berada di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat tersebut akan sering dipasangi instalasi seni.

Benar saja, kini tempat tersebut telah dibangun sebuah instalasi lainnya yang diberi nama gabion.

Namun, lagi-lagi gabion menuai kontroversi layaknya getih getah. Mengapa?

Berbeda dengan getih getah yang dibuat dari bambu, gabion kini dibuat dengan berbahan batu.

Baca juga: Gerindra Risih Ada Wacana Duet Anies-Sandi di Pilpres 2024, Intip Kembali Kebersamaan Duo Maut

Gabion sendiri merupakan batu bronjong yang disusun dan dan ditahan menggunakan rangka besi.

Batu yang disusun pun terdiri dari berbagai ukuran. Terdapat tiga instalasi yang diletakkan secara berdampingan.

Dua instalasi setinggi kurang lebih 160 centimeter dan satunya setinggi kurang lebih 180 centimeter.

Di atas gabion terdapat rumput hijau dan dihiasi bunga bougenville putih dan merah.

Di sekitar instalasi tersebut pun dihiasi berbagai macam tanaman, yakni lidah buaya dan bougenville berwarna ungu, putih, dan merah.

Juga terdapat batu-batu berwarna coklat dan pasir putih. Kondisi ini cukup kontras dengan lokasi HI yang identik dengan gedung tinggi dan modernitas.

Untuk membangun instalasi ini, Pemprov DKI Jakarta mengucurkan anggaran Rp 150 juta untuk membuat instalasi gabion.

Instalasi batu Gabion yang menghiasi kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Rabu (21/8/2019).
Instalasi batu Gabion yang menghiasi kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Rabu (21/8/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan, anggaran untukinstalasi gabion itu diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dinas Kehutanan DKI Jakarta.

"Anggaran Rp 150 juta. Ini didesain dan dirancang sendiri oleh Dinas Kehutanan," ujar Suzi saat dihubungi, Rabu (21/8/2019).

Suzi mengatakan, pihaknya sengaja membuat instalasi gabion yang terbuat dari tumpukan batu kali dan kawat supaya biayanya terjangkau.

Di sekitar instalasi itu, ditanami tanaman-tanaman sansevieria (lidah mertua), lollipop, dan bugenvil yang dapat menyaring polusi.

"Kemarin itu penanamannya dalam rangka (Hari Ulang Tahun) Kemerdekaan Republik Indonesia. Kami mau menggambarkan informasi tanam-tanaman (anti)-polutan, narasinya sedang kami buat. Di lokasi itu kami contoh tanam-tanam (anti)-polutan," kata Suzi.

Ia menyebut, instalasi gabion itu dapat berfungsi kurang lebih dua tahun ke depan. Suzi tak menutup kemungkinan setelah itu akan ada jenis instalasi lain yang akan dipasang di lokasi tersebut.

"Namanya instalasi bisa berganti-berganti, tiap ornamen kota itu berganti-ganti, dinamis sifatnya. Tergantung Dinas Kehutanan mau ganti atau enggak. Misalkan ada yang lebih bagus, lebih menarik, supaya warga enggak bosan," kata Suzi. (TribunJakarta.com/TribunTimur/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Lebih Bagus Gabion Atau Getih Getah? Simak Serba-serbinya Berikut Dana dan Tanggapan Anies, dan di Tribunnews.com dengan judul Awal Pemasangan Bambu Getih Getah di Bundaran HI yang Kini Dibongkar, Berawal dari Tantangan Anies dan di Tribun-Timur.com dengan judul Simpang Susun Semanggi Era Ahok & Tugu Sepatu Era Anies, EK:Tidak Perlu Dibandingkan. Daripada Mules,

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved