Macan Tutul Jawa Masih Ada di Gunung Sanggabuana, Terekam Kamera Kang Dedi: Terkam Domba Warga
Macan tutul Jawa ternyata masih ada di Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
"Dimungkinkan dia lewat tanggal 10 September kejadian domba mati 2 ekor tanggal 11 (September), jadi ini dia turun," ujar Leader Sanggabuana Wildlife Expedition yang juga peneliti satwa liar, Bernard T Wahyu Wiryanta yang ikut bersama Kang Dedi.
Diketahui, sebelumnya Kang Dedi mendapatkan laporan adanya ternak warga yang diserang macan dan dia pun langsung mengecek hal itu ke lokasi di kaki Gunung Sanggabuana.
Buktikan Macan Tutul Masih Ada
Dilansir dari Kompas.com, Kang Dedi menjelaskan, pihaknya sengaja memasang kamera trap ini untuk membuktikan keberadaan satwa langka endemik jawa yang ada di gunung Sanggabuana.

Kegiatan itu sekaligus juga sebagai bentuk dukungan atas penelitian dan kajian yang dilakukan oleh tim Sanggabuana Wildlife Expedition yang sudah dilakukan sejak tahun 2020.
“Jadi temuan dari teman-teman ekspedisi ini perlu dibuktikan secara visual, dan saya turun langsung ke lapangan.
Mereka perlu bantuan kamera trap, kita usahakan untuk dibantu.
Kekurangannya disuport oleh Pak Dirjen dengan mengirim tim dari Halimun Salak," kata Kang Dedi.
Kang Dedi mengatakan, selama ekspedisi, ia menyaksikan sendiri owa jawa bergelantungan di hutan dan elang jawa terbang di atas hutan gunung Sanggabuana.
"Masih bebas beterbangan," kata Kang Dedi Mulyadi alias KDM.
Baca juga: Lihat Hutan Digunduli, Kang Dedi Yakin Ini Penyebab Macan Serang Ternak Warga: Minta Maaf Sama Alam
“Saya akan ajukan Sanggabuana menjadi Taman Nasional,” lanjut dia.
Sementara itu, Leader Sanggabuana Wildlife Expedition yang juga peneliti satwa liar, Bernard T Wahyu Wiryanta, mengatakan, terekamnya macan tutul jawa di hutan gunung Sanggabuana ini adalah kabar menggembirakan.
“Ini bukan hanya berlaku untuk macan tutul jawa saja, tetapi juga untuk elang jawa (Nisaetus bartelsi), owa jawa (Hylobates moloch) dan lutung jawa (Trachypithecus auratus).
Empat spesies satwa endemik jawa ini banyak ditemukan di Sanggabuana, yang notabene bukan kawasan konservasi.

Dan populasinya masih banyak," kata Bernard dalam keterangan tertulis.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang ditugaskan oleh Dirjen KSDAE untuk membantu melakukan pendataan satwa di Sanggabuana dengan kamera trap menambahkan bahwa macan tutul jawa yang terekam kamera trap tersebut adalah individu macan tutul jawa betina.