Dari Kampung di Pusat Ibukota Ini, 400 Pedagang Starling Berkompetisi Mengais Rezeki Mulai Ashar

Suara adzan Ashar menjadi petanda bagi mereka bersiap mengayuh sepeda menyusuri jalanan ibukota dan sejumlah tempat ramai warga.

Penulis: Abdul Qodir | Editor: Yogi Jakarta
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Seorang pedagang starling mencucuk batu es sebelum berangkat berdagang di kampung Starling di Senen, Jakarta Pusat pada Rabu (22/9/2021). 

Iwan Sakiman (59), Ketua RT di Kampung Starling menceritakan ada 10 agen dan sekitar 400 pedagang starling di kampung ini. 

Agen ini merupakan bos yang memodali mereka untuk berdagang.

Baca juga: Rampok dan Lukai Wanita Pedagang Sembako di Cipulir, Mustain Mengaku Terlilit Utang Judi Togel

Misalnya, modal yang diberikan sekitar Rp 1,5 juta. Modal ini untuk biaya seperti minuman kemasan, rokok, es, dan air panas. Nanti modal ini bebas akan diangsur per minggu atau per bulan.

Slamet, pedagang starling di Kampung Starling, Senen, Jakarta Pusat pada Rabu (22/9/2021).
Slamet, pedagang starling di Kampung Starling, Senen, Jakarta Pusat pada Rabu (22/9/2021). (Satrio Sarwo Trengginas / Tribun Jakarta)

Kebanyakan pedagang starling di sana ialah para pendatang. Mereka berasal dari Kabupaten Sampang, Madura

Di Jakarta, ada beberapa kampung starling yang besar. Salah satunya berada di kampung ini. 

Setiap sepeda memiliki ciri khas agar dapat dibedakan dengan pedagang starling dari kampung lain. 

Sepeda di Kampung Starling Senen memiliki kekhaasan boks berbahan fiber berlapis seng. 

"Kalau di kampung lain, ada yang pakai keranjang buah atau sangke dan kayu," ujarnya di Kampung Starling Seneng.

Para pedagang Starling paling sering berjualan di sekitaran Jakarta Pusat. Mereka menyasar wilayah Senayan, Jalan Diponegoro, Taman Surapati, Lapangan Banteng sampai ke Kemayoran.

Baca juga: Menjelajah Kedai Kopi Legendaris di Cikini yang Dirintis Sejak Masa Kolonial Belanda

Setiba di tempat-tempat itu, bukan hanya pedagang Starling dari kampung Senen yang berjualan.

Ada beberapa pedagang starling dari kampung lain yang ikut berjualan. Mereka bersaing merebut hati pelanggan agar membeli kopi dan barang dagangan lainnya.

"Misalnya di Lapangan Banteng, itu beda-beda (grup). Ada yang dari Tanah Abang juga," tambahnya. 

Cara merekrut

Pedagang Starling, Alfarizi (22) (baju biru) tengah mengaduk minuman pembeli di Jalan Gereja Santa Theresia pada Rabu (14/10/2020).
Pedagang Starling, Alfarizi (22) (baju biru) tengah mengaduk minuman pembeli di Jalan Gereja Santa Theresia pada Rabu (14/10/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Tak sulit menjadi pedagang Starling di kampung itu.

Dalam merekrut pedagang baru, bos mengambil dari kenalan anggota starling. Biasanya, dari asal kampung yang sama. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved