Penembakan Ustaz di Tangerang
Penembak Ustaz Armand Simpan Dendam 11 Tahun, Istri dan Kakak Ipar Pelaku Disetubuhi Korban
Dendam pribadi terselip di balik kasus penembakan yang memakan korban Ustaz Armand di Kunciran, Pinang, Kota Tangerang.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Tori (90) jatuh pingsan ketika mengetahui anaknya, Ustaz Armand tewas ditembak.

Saat itu, Ustaz Armand berteriak kepada Tori dia kena tembakan. Peristiwa kelabu itu saat Magrib.
Letusan tembakan dari senjata api terduga pelaku begitu keras.
Tori yang tengah terbaring sampai kaget dan langsung terbelalak.
Ia juga mendengar suara kaca pecah.
"Kaca pecah, tembakannya keras banget. Keras tembakannya," kata Tori di kediamannya, Senin (20/9/2021).
Paling membuat Tori sedih adalah teriakan yang muncul setelah letusan tembakan.
Sambil merintih, Tori menceritakan jeritan terakhir anaknya.
"'Ma, ma, saya ditembak. Ma, saya ditembak orang mak," ujar Ustaz Armand seperti ditirukan Tori.
Mendengar teriakan Armand dan melihat lukanya, membuat Tori hilang kesadaran.
Ia jatuh pingsan tak sadarkan diri.
"Sayan pingsan, ngegelepak, sudah enggak lihat orang," kata dia.
Terjadi setelahnya, Tori tak benar-benar mengetahui kejadian.
Saat sadar, Ustaz Armand sudah dinyatakan meninggal dunia.
Keesokan harinya, pria yang dianggap ustaz oleh warga sekitar itu dimakamkan.
Tori tidak habis pikir perbuatan pelaku terhadap anaknya.
Selama ini ia mengenal anaknya sebagai sosok yang baik dan tidak memiliki masalah dengan orang lain.
"Anak saya mah di rumah bae (saja, red), di rumah bae. Anak saya salah ora (tidak, red)," kata Tori merintih.