Cerita Kriminal

Karaoke dan Pesta Miras Sampai Rp 2 Juta, Pengunjung Tak Mampu Bayar Malah Aniaya Pemiliknya

Berawal dari karaoke dan pesta miras sampai Rp 2 juta, pengunjung yang tak mampu bayar malah menganiaya pemilik tempat hiburan itu.

Editor: Elga H Putra
IST Tribun Wow
Ilustrasi penganiayaan. Berawal dari karaoke dan pesta miras sampai Rp 2 juta, pengunjung yang tak mampu bayar malah menganiaya pemilik tempat hiburan itu. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Berawal dari karaoke dan pesta miras sampai Rp 2 juta, pengunjung yang tak mampu bayar malah menganiaya pemilik tempat hiburan itu.

Peristiwa itu terjadi di Kabupaten Tulangbawang, Lampung.

Pelakunya seorang pemuda 27 tahun bernama Made Sastrawan yang kini sudah dibekuk.

Sedangkan korbannya adalah pemilik tempat karaoke bernama Wayah Kasti (51).

Kapolsek Menggala AKP Sunaryo menjelaskan, pelaku yang tercatat sebagai warga Desa Tiyuh Cahyou Randu, Kecamatan Pagar Dewa, Tulangbawang Barat itu sudah diamankan.

Baca juga: Terancam 5 Tahun Bui, Ini Perjalanan Pria Hina Betawi Kabur hingga Ditangkap Saat Karaoke di Slawi

Penganiayaan berawal karena adik ipar Made tak mampu membayar tagihan karaoke beserta minuman keras.

Pelaku lalu menganiaya korban dengan cara mendorong ke lantai hingga jatuh.

Oleh pelaku, korban juga dibentukan kepalanya ke tembok.

Polsek Menggala amankan pelaku penganiayaan seorang wanita pemilik tempat karaoke.
Polsek Menggala amankan pelaku penganiayaan seorang wanita pemilik tempat karaoke. (Dok Polsek Menggala)

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/10/2021) pukul 02.00 WIB lalu.

Lokasi kejadian di warung jambuan milik korban yang ada di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kampung Kahuripan.

Sementara Made ditangkap polisi di Kampung Kahuripan Dalam, Kecamatan Menggala Timur, Tulangbawang, pada Rabu (27/10/2021) pada sekira pukul 20.00 WIB.

"Pelaku menganiaya korban dengan cara mendorongnya hingga terjatuh ke tanah yang menyebabkan luka lecet pada siku tangan kanan korban karena mengenai batu," kata Sunaryo mewakili Kapolres Tulangbawang, AKBP Hujra Soumena, Minggu (31/10/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, penganiayaan bermula ketika adik ipar pelaku yang bernama Putu Koncreng membeli minuman dan karaokean di warung milik korban senilai Rp 2 juta.

Usai karaoke sembari menengguk minuman keras yang dibeli tadi, Putu Koncreng tidak dapat membayar tarif karena tak ada uang.

Baca juga: Usai Imbang Lawan Persik, Skuad Persija Pilih Balik ke Jakarta, Ada Alasan Psikologis

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved