Kisah Gareng, Rela Jadi Tukang Antar Jemput PSK & Tak Mau Dibayar:Mereka Terpaksa karena Harus Makan

Gareng merupakan pria yang belum genap 25 tahun asal Kota Semarang, Jawa Tengah, yang selalu menemani wanita panggilan menemui tamunya.

Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Ilustrasi PSK - Gareng merupakan pria yang belum genap 25 tahun asal Kota Semarang, Jawa Tengah, yang selalu menemani wanita panggilan menemui tamunya. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SEMARANG - Seorang pria bernama Gareng rela menjadi pengantar wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) setiap malam.

Gareng merupakan pria yang belum genap 25 tahun asal Kota Semarang, Jawa Tengah, yang selalu menemani wanita panggilan atau sering disebut oleh kaum milenial gadis BO, menemui tamunya.

Gareng layaknya anak kekinian pada umumnya yang memiliki banyak jaringan dan teman.

Meski demikian, Gareng punya pengalaman yang mungkin tak pernah dialami pemuda sebayanya. 

Jika pemuda lainya menghabiskan sepertiga malam dengan bermain game ataupun istirahat, Gareng justru menyusuri jalan perkotaan.

Layaknya driver ojek online namun pelanggan yang sering ia antar adalah wanita panggilan atau sering disebut oleh kaum milenial gadis BO.

Baca juga: Terungkap! 500 PSK Berada di Kawasan Wisata Puncak, Tersebar Mulai Ciawi Hingga Cisarua

Gareng bercerita banyak mengenai kegiatan yang acap kali ia lakoni jasa antar jemput wanita panggilan.

Menurut Gareng, bukan karena cuan atau untuk mendapatkan uang, ia melakukan kegiatan tersebut karena memiliki kedekatan.

Ilustrasi PSK
Ilustrasi PSK (ISTIMEWA)

“Sebenarnya bukan untuk mendapatkan cuan juga, karena saya tidak pernah mematok tarif saat diminta mengantar wanita-wanita itu,” ucap Gareng kepada Tribunjateng.com, Kamis (12/11/2021) dini hari.

Gareng mengatakan karena memiliki kedekatan dengan beberapa wanita panggilan membuatnya mau mengantar dan menjemput mereka.

“Sudah seperti teman sendiri, ada yang sudah lama kenal juga,” katanya.

Kondisi para wanita panggilan dan cerita yang sering Gareng dengar langsung dari wanita-wanita tersebut, membuat Gareng tergugah.

“Sebenarnya mereka kasihan, karena kondisi ekonomi. Bahkan ada yang ditinggal lari suaminya saat hamil dan kini harus jadi tulang punggung keluarga,” terang Gareng.

Baca juga: Anggota Satpol PP Pakai Jasa PSK Sebelum Razia, Wali Kota Tangerang Serahkan ke Inspektorat

Berawal dari pengalamannya yang sering jadi teman sharing, Gareng menuturkan hanya ingin membantu wanita-wanita tersebut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved