Breaking News:

Hukuman Mati di Kasus Asabri Bisa Berpengaruh ke Perkembangan Pasar Modal dan Investasi Dalam Negeri

Tuntutan hukuman mati Heru Hidayat di kasus PT Asabri yang dilayangkan JPU dinilai akan berdampak negatif terhadap perkembangan industri pasar modal.

Editor: Wahyu Septiana
Istimewa via tribunnews
Ilustrasi koruptor - Tuntutan hukuman mati Heru Hidayat di kasus PT Asabri yang dilayangkan JPU dinilai akan berdampak negatif terhadap perkembangan industri pasar modal. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Tuntutan hukuman mati kepada Heru Hidayat dalam kasus PT Asabri yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung dinilai akan berdampak negatif terhadap perkembangan dan kemajuan industri pasar modal dan investasi di dalam negeri.

Hal itu diutarakan langsung oleh Pakar Hukum Bisnis Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr. Budi Kagramanto.

Menurut Budi, jika nantinya putusannya hukuman mati atau penjara seumur hidup tetap berpengaruh terhadap perkembangan dan kemajuan industri pasar modal dan investasi di dalam negeri.

Oleh karena itu, sejak awal harus benar-benar dikawal penanganan perkaranya di pengadilan negeri oleh tim kuasa hukum Heru Hidayat.

Selain itu, menurutnya jika Majelis Hakim mengabulkan dan Heru Hidayat benar-benar divonis hukuman mati, lalu banding hingga kasasi di tingkat Mahkamah Agung (MA) dan permohonan grasi kepada presiden ditolak, tetap saja akan berpengaruh negatif terhadap pasar modal dan investasi.

"Waduh sejujurnya akan repot sekali, karena bisa berpengaruh terhadap keinginan masyarakat maupun investor yang semakin menurun dan berkurang untuk melakukan penanaman modal di Indonesia nantinya. Makanya jangan sampai hal itu terjadi," ujar Budi kepada awak media, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: Pakar Komentari Soal Kerugian Negara di Kasus Asabri: Maunya Sendiri Sebagai Penguasa!

Selain itu, Prof Budi pun terkejut dengan tuntutan hukuman mati terhadap Heru Hidayat yang berbeda dengan surat dakwaan.

"Saya melihat tuntutan hukuman mati oleh jaksa penuntut umum terhadap Heru Hidayat, tapi kok (tuntutannya) berbeda dengan dakwaan jaksa," ucapnya.

Asabri
Asabri (istimewa vis Warta Kota)

Ia pun mempertanyakan apakah sudah saatnya ketika seorang pengusaha yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dijatuhi hukuman mati?

Menurutnya, hal ini belum pernah ada, kecuali pada kasus narkoba atau terorisme yang pelakunya dijatuhi hukuman mati.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved