Pilpres 2024

Elektabilitas Anies Baswedan Hanya 3 Persen, Paling Hebat Cuma Bisa Jadi Cawapres

Elektabilitas Anies Baswedan yang masih rendah dengan kenaikan 2-3 persen saja, paling hebat hanya menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2024.

Editor: Wahyu Septiana
Instagram @aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan - Elektabilitas Anies Baswedan yang masih rendah dengan kenaikan 2-3 persen saja, paling hebat hanya menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2024. 

Ia mengatakan pernyataan tersebut benar bila dilihat secara faktual.

Sebab secara fakta, Anies memang berangkat menjadi orang nomor satu di DKI dari kalangan profesional.

"Ya kalau bicara secara faktual memang sekarang kan beliau gak punya partai. Kalau bicaranya aspek itu, itu benar," jelasnya saat dihubungi, Minggu (2/1/2022).

Bahkan menurut pandangannya, jalan Anies menuju Pilpres 2024 dimungkinkan mandek lantaran image atau citra yang dibangunnya.

Di mana, kata Ray, masyarakat mengganggap Anies sebagai calon Presiden dari islam politik yang diketahui jarang pemilihnya di Indonesia.

"Karena masalah Anies itu bukan masalah soal kinerja, masalah moral, anti korupsi. Masalah terbesar Anies itu karena orang menganggap dia ini calon presidennya islam politik gitu loh. Nah islam politik itu gak banyak pemilihnya di Indonesia," jelasnya.

Baca juga: Truk Rem Blong di Tangerang Seruduk 2 Mobil dan 5 Pejalan Kaki, 2 Anak-Anak Tewas

Kendati begitu, hal ini justru tak menutup kemungkinan bila kedepannya bakal ada partai yang bakal meminang Anies untuk membantunya tetap melenggok pada Pilpres 2024 mendatang.

"Tapi tidak menutup kemungkinan akan ada partai-partai yang meminang beliau untuk jadi Capres 2024 mendatang."

"Tapi sekarang ini belum ada kelihatan yang menyiratkan akan meminang Anies Baswedan."

"Tapi itu kan masih lama ya masih ada 1,5 tahun ke depan."

"Nah itu kan masih ada partai-partai yang meminang Anies Baswedan atau tidak," pungkasnya.

Gerindra Beri Sinyal Tidak Dukung Anies

Anies Baswedan dinilai lebih cocok kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta ketimbang maju sebagai calon presiden (Capres) pada 2024 mendatang.

Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Penasihat DPD Gerindra DKI Mohamad Taufik yang menyebut Anies tidak punya kendaraan politik untuk maju sebagai Capres.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved