Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Cerita di Balik Stasiun Jatinegara, Dulu Bernama Meester Cornelis dan Kini jadi Cagar Budaya

Pada tahun 1909, SS membangun sebuah stasiun baru yang letaknya sekitar 600 meter arah ke timur Stasiun Meester Cornelis eks BOSM.

TribunJakarta.com/Pebby Adhe Liana
Stasiun Jatinegara, berlokasi di Jalan Bekasi Barat IV Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (14/1/2022). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Tak banyak warga yang tahu, Stasiun Jatinegara di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, yang beberapa kali direnovasi merupakan bangunan Cagar Budaya.

Pada awalnya, bangunan Stasiun Jatinegara yang berdiri sejak 1910 itu bernama Meester Cornelis.

Nama itu diambil dari panggilan seorang pemuka agama bernama Cornelis van Senen yang meninggal dunia pada tahun 1961. Meester Cornelis kemudian diabadikan menjadi nama wilayah tersebut.

Dikutip dari situs heritage.kai.id, ketika pendudukan Jepang, penamaan wilayah Meester Cornelis kemudian diganti menjadi Jatinegara.

Baca juga: Jembatan Kereta di Jalan Matraman Raya Sampai Stasiun Jatinegara Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Baca juga: Ada Batu Penggilingan Tebu dari Abad Ke-17 di Trotoar Pasar Rebo, Kini Dipindah ke Cagar Budaya

Terdapat beberapa pendapat terkait nama Jatinegara.

Pertama, karena di daerah tersebut terdapat banyak hutan jati dan kedua, Jatinegara mengacu kepada istilah negara sejati yang dipopulerkan oleh Pangeran Jayakarta. 

Perubahan nama itu pun berdampak terhadap perubahan nama stasiun, yang sebelumnya bernama Stasiun Meester Cornelis menjadi Stasiun Jatinegara.

Baca juga: Menyusuri Megahnya Stasiun Jakarta Kota Peninggalan Belanda Karya Arsitek Kelahiran Tulungagung

Dalam catatan sejarah KAI, perusahaan kereta api swasta Bataviaasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOSM) dahulu meresmikan Stasiun Meester Cornelis bersamaan pembukaan jaringan kereta api Batavia (Jakarta)-Meester Cornelis (Jatinegara)-Bekasi pada tanggal 31 Maret 1887.

Karena menghadapi masalah keuangan, pada tahun 1889 kemudian jaringan kereta Batavia-Bekasi dibeli oleh perusahaan kereta api negara Staatssporwegen (SS).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved