Kasus Pinjol Ilegal

Digerebek Polisi, Kantor Pinjol Ilegal di PIK Kelola 14 Aplikasi dan 98 Debt Collector Pengancam

Zulpan menambahkan, kerap kali pada saat penagihan para pegawai pinjol ilegal ini melakukan pengancaman.

Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta.com
Pegawai yang digerebek di kantor pinjol ilegal di kawasan Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/1/2022) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Kantor perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal di Pantai Indah Kapuk (PK) 2 Jakarta Utara yang digerebek polisi mengelola 14 aplikasi pinjol dengan 98 pegawai penagih utang alias debt collector.

Satu orang pimpinan setingkat manajer turut diamankan polisi dari kantor pinjol bernama Scoreone di ruko Palladium tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, 98 pegawai tersebut terbagi menjadi dua tugas pekerjaan sehari-hari.

Sebanyak 48 orang di antaranya bertugas sebagai tim reminder.

Baca juga: Detik-Detik Polisi Gerebek Kantor Pinjol di PIK, Pegawai Tertunduk depan PC Berisi Pesan Penagihan

Baca juga: Jeratan Utang Pinjol Rp 90 Juta Buat Hendrik Frustasi Nekat Duduk di Jendela Lantai 3 Ruko

"Tugas dari tim reminder ini adalah mengingatkan kepada peminjam 1-2 hari sebelum jatuh tempo, maka tim reminder yang berjumlah 48 orang ini bertugas mengingatkan melalui media komunikasi yang tersedia di tempat mereka kerja ini," kata Zulpan di lokasi Rabu malam.

Sementara itu, 50 pegawai lainnya bertugas mengingatkan para nasabah ketika mereka sudah telat membayar.

Tugas 50 orang penagih itu dibagi dalam tiga tim berdasarkan tempo keterlambatan nasabah membayar utang.

Baca juga: Terekam CCTV, Kakek Sembari Gendong Cucu Berusaha Kejar Maling Motornya di Warakas

Baca juga: Jambret Handphone Siswi SMP, Hakim Ditangkap Warga Cipinang Jaya

"Sisanya yang 50 orang adalah tim untuk mengingatkan atas keterlambatan para peminjam yang dibagi menjadi beberapa kategori," kata Zulpan.

"Yakni keterlambatan 1 sampai 7 hari ada timnya sendiri, keterlambatan 8 sampai 15 hari ada timnya sendiri, kmdn 16 sampai 30 hari, serta 31 sampai 60 hari," jelasnya.

Baca juga: Sedang Amati Pelaku Narkoba, Polisi di Tangerang Malah Duel Maut Sama Pencuri Motor Sampai Tewas

Zulpan menambahkan, kerap kali pada saat penagihan para pegawai pinjol ilegal ini melakukan pengancaman.

Kantor yang mengoperasikan 14 aplikasi pinjol ini juga tidak mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maka dinyatakan ilegal.

Mereka disangkakan melanggar UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 khususnya Pasal 62 di mana para pelaku pinjol bisa dipidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

 
 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved