Cerita Kriminal

Ibu di Tangerang Cek Kandungan Anak, Ternyata Sudah 11 Minggu Berkembang Janin Suaminya

Sang buah hati yang baru berusia 14 tahun itu mengalami mual dan kerap muntah.

freepik.com
Ilustrasi hamil 

"Barang bukti yang ada pakaian dalam, celana dalam korban terdapat cairan sperma. Kemarin P2TP2A sudah mendampingi korban dan orangtuanya, sudah dilakukan BAP (berita acara pemeriksaan) dan visum semalam di RSCM," kata Tri.

Keterangan Keluarga

Sementara, Paman korban, AY (55) mengungkapkan, awal mula terkuak kasus asusila itu berawal dari saat ibu korban mendapati anaknya lemas terkapar tak berdaya.

Tak hanya itu, dari mulut HNA keluar busa yang menambah khawatir sang ibu.

"Jadi ada pembangunan perumahan, nah di sana anak-anak memang biasa bermain. Waktu kejadiannya Jumat (25/2/2022). Jadi kata orang tua, pertama keluar busa dari mulutnya pas hari Jumat itu," kata AY, Selasa (1/3/2022).

Baju HNA juga dipenuhi bercak merah tanah bekas bermain.

Ilustrasi Obat
Ilustrasi Obat (Pixabay via BangkaPos)

Sang ibu langsung memberinya pertolongan pertama sebelum melarikannya ke rumah sakit terdekat.

Saat itu hasil diagnosa rumah sakit menyatakan bahwa sang anak baru saja diberi sebuah obat hingga berdampak tak sadarkan diri.

"Terus dibawa ke rumah sakit. Katanya lemas karena dikasih obat," ungkapnya.

Baca juga: Bikin Telinga Panas, Bapak di Depok Bicara Sendiri Alasan Rudapaksa Anak Kandung Berkali-kali

Selang beberapa hari kondisi korban pun mulai berangsur membaik.

Saat itu sang ibu mulai mencari tahu penyebab sang anak sempat mengalami lemas tak berdaya.

Bocah itu akhirnya bercerita kepada ibunya soal kejadian di proyek pembangunan perumahan itu.

Korban diajak oleh salah seorang kuli bangunan bernama Rahman.

Sontak sang ibu terkejut sekaligus marah anaknya digagahi kuli bangunan.

Ilustrasi korban pencabulan
Ilustrasi korban pencabulan (KOMPAS/LAKSONO HARI W)

"Setelah agak sadar ditanya kenapa-kenapa akhirnya laporan ke saya mengaku dia digituin sama pekerja bangunan," kata AY.

Penangkapan

Tidak lama setelah kasus terkuak, video  berdurasi 1,38 menit tersebar.

Video tersebut berisi aksi penangkapan pelaku pencabulan di Jalan Masjid Gang Mandor, Ciputat, Tangsel.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak atau Satgas PPA Kelurahan Jombang, Yosa.

"Betul kejadiannya," kata Yosa, Selasa (1/3/2022).

Yosa bersama warga menangkap pelaku bernama Rahman seorang kuli bangunan tersebut berdasarkan aduan dari keluarga korban.

"Kemarin Senin (28/2/2022) saya ditelepon sama keluarga korban ada pencabulan. Pelakunya salah satu tukang bangunan di daerah sini," ungkapnya.

Saat penangkapan berlangsung, pelaku sempat mengelak melangsungkan aksi bejatnya tersebut.

Namun, pihaknya bersama warga tak mempercayai pengakuan dari pelaku.

Baca juga: Biadab Betul! Seorang Muadzin Dibacok Selagi Salat Subuh: Saya Tak Punya Salah sama Siapapun

Sebab, pihaknya menangkap pelaku berdasarkan pengakuan korban.

"Kejadian pencabulan hari Jumat (25/2/2022). Setelah korban sadar dan merasa kesakitan pada alat kelaminnya akhirnya anaknya cerita ke orangtuanya," ungkap Yosa.

Yosa juga sempat mengungapkan hasil pemeriksaan HNA di puskesmas.

Saya dapat informasi hasil visum menyatakan ada kerusakan di bibir kelamin korban," ujarnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com dengan judul Bocah Perempuan Jadi Korban Pencabulan Setelah Dicekoki Obat oleh Pelaku dan Viral Video Warga Tangkap Pelaku Pencabulan, Korbannya Bocah Perempuan Usia 6 Tahun dan di Kompas.com dengan judul Bocah 7 Tahun Diperkosa Tetangga di Jombang Tangsel, Pelaku Ditangkap Polisi

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved