Waspada! Banyak Bahan Pangan di Kota Tangerang Dicampur Zat Berbahaya saat Ramadan

Sebanyak 230 bahan pangan yang diuji diantaranya bakso, ikan, usus ayam, tahu putih, cincau hitam, jeruk medan, kemangi hingga kerupuk pasir dan lain

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Acos aka Abdul Qodir
Tribun Jakarta/Ega Alfreda
Pemerintah Kota Tangerang melakukan inspeksi mendadak di Pasar Anyar Kota Tangerang menjelang bulan suci Ramadan 1442 H, Jumat (9/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Ditemukan banyak bahan pangan di Pasar Anyar Tangerang yang mengandung bahan-bahan berbahaya di tengah bulan suci Ramadan 1443 H.

Hal tersebut ditemukan Pemerintah Kota Tangerang saat melakukan uji sampel 230 pahan pangan di Pasar Anyar, Jumat (1/3/2022).

Sebanyak 230 bahan pangan yang diuji di antaranya bakso, ikan, usus ayam, tahu putih, cincau hitam, jeruk medan, kemangi hingga kerupuk pasir dan lainnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Abduh Surahman mengungkapkan, pemeriksaan dan pengawasan keamanan pangan ini ditujukan untuk menghindari penggunaan zat berbahaya.

Seperri formalin, pewarna tekstil, residu pestisida hingga kadaluarsa yang terdapat pada makanan yang dijajakan para pedagang.

"Dari 230 sampel yang diuji, ada 10 bahan pangan yang ditemukan mengandung zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan," ujar Abduh, Minggu (3/4/2022).

Baca juga: Cegah Zat Berbahaya, Sudin KPKP Jaksel Periksa Ratusan Produk di Supermarket Cilandak

Baca juga: Petugas Temukan Daging yang Dicampur Pengawet di Pasar Anyar Tangerang

"Seperti, ikan teri, usus ayam dan tahu putih. Dengan hasil ini, diimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan pintar dalam berbelanja kebutuhan dapur untuk keluarga," jelasnya lagi.

Sementara itu, Dirut PD Pasar Kota Tangerang, Titien Mulyati menyatakan para pedagang yang kedapatan menjual pangan berbahaya ini, akan diberikan pembinaan.

Juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

"Tentu saja, ini harus dipatuhi dan disadari semua pihak. Bagaimana kita akan kembali melakukan pengawasan yang lebih berkala, dan pedagang lebih jujur dalam berdagang. Sehingga tidak ada kerugian jangka panjang dalam kesehatan para konsumen," harap Titien.

Baca juga: MUI Bekasi Bolehkan Warteg dan Restoran Buka selama Ramadan Asal Pasang Gorden 

Sebagai informasi, uji sampel bahan pangan juga melibatkan Disperindagkop UKM Kota Tangerang, Dinkes Kota Tangerang, Badan POM Serang, Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Balai Karantina Ikan Bandara Soekarno Hatta (KKP RI), Polres Metro Tangerang serta Satpol PP.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved