Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Ferdy Sambo Bohong Lagi? Komnas HAM Temukan Bekas Tembakan Tak Biasa di Brigadir J: Tak Mungkin

Kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ferdy Sambo mengaku dia tak menembak Brigadir J secara langsung.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
Kompas TV
Kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ferdy Sambo mengaku dia tak menembak Brigadir J secara langsung. Namun pengakuan berbeda diurai oleh Bharada E. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ferdy Sambo mengaku dia tak menembak Brigadir J secara langsung.

Ia mengatakan hanya merancang dan memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J di rumah dinasnya, pada 8 Juli 2022 lalu.

Namun pengakuan berbeda diurai oleh Bharada E.

TONTON JUGA

Kepada Komnas HAM pria kelahiran 1998 itu menjelaskan Ferdy Sambo turut menembak Brigadir J setelah dirinya.

"Yang sedikit krusial disini adalah perbedaan pengakuan," ucap Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Kamis (18/8/2022) dalam acara Kompas Siang KompasTv.

"Kalau pengakuan FS dia hanya merancang dan memerintahkakan Richard untuk menembak,"

"Sementara versi Richard dipanggil kemudian diperintahkan dan ketika di TKP diperintahkan lagi untuk mengeksekusi, menurut dia (Richard) hanya mengeksekusi beberapa tembakan awal tapi eksekusi terakhir dilakukan oleh FS," imbuhnya.

Apakah Ferdy Sambo kembali berbohong?

Kolase foto Bharada E, Ferdy Sambo dan Brigadir J.
Kolase foto Bharada E, Ferdy Sambo dan Brigadir J. (Kolase Tribun Jakarta)

Baca juga: Terkuak Alasan Jokowi Beri Perhatian Lebih ke Kasus Ferdy Sambo, Lebih dari 4 Kali Minta Usut Tuntas

Taufan Damanik lalu membeberkan pihaknya menemukan bentuk luka tak biasa dijasad Brigadir J.

Yakni sejumlah luka tembakan yang besarnya berbeda.

"Nanti uji autopsi ulang itu sangat membantu, ada perbedaan besaran lubang di jenazah antara satu sisi dan sisi yang lain," kata Taufan Damanik.

Taufan menduga Brigadir J ditembak lebih dari satu tembakan, hal tersebut berarti berlawanan dengan pengakuan Ferdy Sambo.

"Jadi ini nanti kalau seandainya terbukti dalam autopsi ulang, akan membuktikan bahwa dia tidak mungkin ditembak satu senjata, berarti ada dua senjata. Itu titik krusial di autopsi kedua penting untuk menjawab," ucap Taufan.

Keluarga Bharada E, Roy Pudihang (kiri) dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kanan).
Keluarga Bharada E, Roy Pudihang (kiri) dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kanan). (Kolase Tribun Jakarta/Kompas TV/Istimewa)

Baca juga: Kapolri Jadi Sasaran Hoaks Ferdy Sambo di Hari Pembunuhan Brigadir J, Orang Dekat Bongkar Tabiatnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved