Viral di Medsos

Suami di Tangsel Bawa Golok Kejar Istrinya Depan Anak, Tetangga Turun Tangan Langsung Tolong Korban

Keterlaluan Tarmin, di depan anaknya pria asal Tangsel itu menganiaya istrinya bahkan sampai mengayunkan golok.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Kolase TribunJakarta
Anak sampai menangis melihat aksi Tarmin (43) suami asal Tangerang Selatan ini mengejar istrinya, K (44) sambil membawa senjata tajam berjenis golok. Tarmin tampak tak segan melakukan penganiayaan kepada istrinya di depan anaknya sendiri. Tetangga akhirnya turun tangan menolong korban. 

"Pelaku kemudian membanting motor di jalan tersebut, lalu menurunkan korban dan anaknya," kata Yogen.

Aksi yang dilakukan MS ini viral di media sosial lewat sebuah video.

Akhirnya terbongkar masalah yang mendasari pria berinisial MS di Depok tega memukul istrinya di depan anak sendiri, Sabtu (5/11/2022). Peristiwa itu tepatnya terjadi di Jalan Pangkalan Jati, Cinere, Depok di pinggir jalan saat kondisi tengah hujan gerimis.
Akhirnya terbongkar masalah yang mendasari pria berinisial MS di Depok tega memukul istrinya di depan anak sendiri, Sabtu (5/11/2022). Peristiwa itu tepatnya terjadi di Jalan Pangkalan Jati, Cinere, Depok di pinggir jalan saat kondisi tengah hujan gerimis. (Kompas M Chaerul Halim)

MS terlihat sangat emosi setelah membanting motornya di tengah jalan.

Aksi yang dilakukan MS memancing perhatian warga di sekitar tempat tersebut.

Bahkan ada beberapa warga yang langsung berusaha menahan MS ketika melakukan pemukulan kepada istrinya.

"Karena memang masih emosi pelaku melakukan pemukulan sebanyak tiga kali ke arah wajah korban," ucap Yogen.

Akibat pemukulan tersebut, korban menderita luka robek di bibirnya kurang lebih 10 cm.

"Kondisi korban sudah dilakukan visum, hasil visum sudah keluar jadi ada luka robek di bibir kurang lebih 10 sentimeter," kata Yogen

Lebih lanjut, Yogen memastikan korban dan anaknya dipastikan akan mendapat pendampingan psikologis.

Yogen menyebut, pendampingan itu diberikan kepada korban dan anaknya untuk memulihkan trauma mereka.

Pasalnya, aksi kekerasan yang dialami korban membuat sang anak menangis histeris.

"Untuk korban dan anak juga kami mintakan bantuan secara psikologis untuk trauma healing-nya, karena saat itu anaknya terlihat menangis sekali melihat kejadian tersebut," kata Yogen sambungnya.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved