PWNU DKI Protes Anies Usul Dana Hibah 2023 Cuma Rp 4 M, Heru Budi Janji Kaji Ulang

Eks Wali Kota Jakarta Utara ini pun berharap polemik ini bisa reda dan masing-masing ormas bisa menerima besaran anggaran hibah yang dialokasikan.

Istimewa
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bersilaturahmi ke Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta di Jalan Utan Kayu Raya, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (26/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono tengah mencari solusi terkait polemik besaran dana hibah organisasi massa (ormas) tahun 2023.

Hal ini disampaikan menyusul protes PWNU DKI Jakarta atas besaran dana hibah 2023 yang diusulkan Pemprov DKI Jakarta semasa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan hanya Rp 4 miliar.

Nilai tersebut dianggap sangat kecil dibandingkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta yang dapat alokasi dana hibah Rp15 miliar.

Heru menjelaskan, pihaknya kini tengah membahas ulang terkait besaran dana hibah yang akan diberikan kepada masing-masing ormas di DKI Jakarta.

"Masih dibahas ya," ucapan saat ditemui di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (19/11/2022).

Baca juga: PWNU DKI Protes Dana Hibah Cuma Dapat Rp4 Miliar, Pj Gubernur Heru Budi Diminta Lakukan Revisi

Eks Wali Kota Jakarta Utara ini pun berharap polemik ini bisa reda dan masing-masing ormas bisa menerima besaran anggaran hibah yang dialokasikan.

"Mudah-mudahan bisa semuanya terbagi dengan baik," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya,  Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Husny Mubarok Amir memprotes alokasi anggaran dana hibah untuk organisasi masyarakat (ormas) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2023.

Saat kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, Husny mengatakan PWNU DKI diusulkan mendapatkan dana hibah sebasar Rp4 miliar.

"Sedangkan MUI diusulkan menerima Rp 15 miliar. Anggaran Rp 4 miliar terasa sangat kecil bagi PWNU DKI Jakarta yang menaungi 6 Cabang, 44 MWC, 267 ranting, 18 lembaga, 14 badan otonom serta lebih dari 4 juta anggota di Jakarta, merujuk pada survey lembaga Lingkaran Survei Indonesia Danny JA tahun 2019 yang memposisikan NU dengan ormas terbesar dan mencapai 49,5 persen jumlah anggota," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (17/11/2022).

Kata dia, di tahun 2022, PWNU DKI Jakarta telah melaksanakan 800 lebih kegiatan yang efisien membantu Pemprov selama ini.

Rencananya, tahun 2023 saat Indonesia sudah melewati masa pandemi PWNU DKI Jakarta akan mengagendakan lebih dari 1.000 kegiatan yang tersebar ke pelosok ranting dan anak ranting di Jakarta, bahkan akan semakin banyak pula kegiatan yang akan dilakukan oleh Badan Otonom NU serta Lembaga di bawah naungan PWNU DKI Jakarta.

Baca juga: Program Jalur Sepeda Dianggarkan Lagi usai Dihapus, Tapi Cuma Rp7,5 M dari Usulan Rp38 M 

Atas alasan inilah, ia berharap Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono bisa merivisi dana hibah ormas tersebut.

"Saat ini, PWNU DKI Jakarta berharap kepada Gubernur yang baru dapat merevisi dan memberikan alasan yang rasional kepada DPRD DKI Jakarta. Jika pada tahun 2022 hibah untuk PWNU DKI Jakarta Rp 5 miliar, maka semestinya tahun 2023 bisa meningkat agar program sosial, keagamaan dan kebangsaan bisa berjalan dengan baik," lanjutnya

"Sangat tidak proporsional jika PWNU yang begitu banyak agenda hanya mendapatkan Dana Hibah sebesar 4 Milyar, namun di sisi lain MUI Jakarta yang secara struktur Organisasi dan banyaknya kegiatan tidak sebesar dan sebanyak PWNU, namun dialokasikan sebesar 15 Milyar di tahun 2023 nanti," pungkasnya.
 
 
 
 
 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved