Terkuak Penyakit Kronis Ayah Rahmat Aulia, Bocah asal Aceh yang Viral Tempuh Perjalanan 8 Jam ke RS

Terkuak penyakit kronis yang diderita oleh ayah dari Rahmat Aulia, bocah asal Aceh yang tengah viral belakangan ini.

Azmi Murtala Facebook
Rahmat Aulia, bocah 6 SD yang nekat membawa sang ayah menempuh perjalanan 8 jam ke rumah sakit di Aceh 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Terkuak penyakit kronis yang diderita oleh ayah dari Rahmat Aulia, bocah asal Aceh yang tengah viral belakangan ini.

Sang ayah, Rusli, menderita gangguan sel hati yang menyebabkan penimbunan cairan di rongga perut.

“Penyakit ini masuk dalam gangguan saluran cerna dan di rumah sakit kita ada dokernya. Untuk tahap awal pemulihan kondisi umum dulu, seperti perbaiki kondisi darah, kadar gula."

"Setelah normal, baru dilakukan penyedotan cairan di perut. “Senin (besok) kita sedot cairan perut. Namun, kita lihat kondisi pasiennya dulu,’ kata Kepala Hubungan Masyarakat RSUCM Aceh Utara, Harry Laksmana seperti dilansir Kompas.com.

Tempuh Perjalanan 8 Jam

Beban kehidupan yang diderita Rahmat Aulia sungguh lah berat.

Bocah kelas 6 SD itu sudah harus bertindak layaknya orang dewasa, memikirkan kondisi sang ayah yang sudah terbaring lemah di kasur.

Anak laki-laki yang berasal dari Pidie Jaya (Pijay), Aceh tersebut terpaksa membawah ayahnya berobat menuju rumah sakit di Aceh Utara hanya dengan mengendarai becak motor tua.

Rahmat Aulia, seorang bocah 11 tahun asal Pidie Jaya yang rela menempuh ratusan kilometer perjalanan menggunakan becak tua demi membawa sang ayah yang sedang sakit menuju rumah Sakit di Aceh Utara untuk berobat.
Rahmat Aulia, seorang bocah 11 tahun asal Pidie Jaya yang rela menempuh ratusan kilometer perjalanan menggunakan becak tua demi membawa sang ayah yang sedang sakit menuju rumah Sakit di Aceh Utara untuk berobat. (Facebook Azmi Murtala)

Rahmat Aulia membawa sang ayah berobat setiap sepuluh hari sekali dengan menempuh waktu delapan jam perjalanan.

Tentu ini bukanlah hal yang mudah bagi Rahmat Aulia mengingat usianya masih sangat muda yang seharusnya dihabiskan untuk bermain, namun kini dirinya dipaksa oleh keadaan untuk dewasa dalam mengurus ayahnya.

Baca juga: Kisah Pilu Rahmat Aulia, Bocah Asal Aceh yang Nekat Naik Becak Motor 8 Jam demi Bopong Ayah ke RS

Perjalanan yang memakan waktu delapan jam lebih adalah bukan waktu yg singkat, apalagi seorang anak kecil yang mengendarainya.

Rahmat Aulia mau tak mau harus membawa sang ayah berobat ke RSUD Cut Meutia di Aceh Utara daripada di RSUD Zainoel Abidin di Banda Aceh mengingat jarak tempuh yang sangat jauh.

"Maka dia lebih memilih ke Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia dengan alasan lebih dekat daripada Banda Aceh," tutur akun tersebut.

Viral di media sosial

Pengguna platform media sosial kini dibuat pilu dengan kisah Rahmat Aulia, Aceh yang membawa ayanya berobat menuju rumah Sakit di Aceh Utara hanya dengan mengendarai becak motor tua.

Kisah Rahmat Aulia tak sampai di situ saja, ternyata di usianya yang masih sangat muda, Rahmat merupakan seorang piatu, bahkan dalam kesehariannya, ia mengumpulkan rupiah demi rupiah dari hasil menarik jaring ikan atau tarek pukat.

Simak kisah lengkap Rahmat Aulia dalam artikel ini, seorang bocah viral yang berjuang membawa ayahnya berobat dengan menempuh ratusan kilometer menggunakan becak tua.

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan kisah seorang bocah 11 tahun asal Pidie Jaya, Aceh yang rela menempuh ratusan kilometer perjalanan menggunakan becak motor tua demi membawa sang ayah yang sedang sakit menuju rumah Sakit di Aceh Utara untuk berobat.

Awalnya kisah Rahmat Aulia, bocah asal Ulim Kabupaten Pidie Jaya, Aceh itu dibagikan melalui postingan Facebook yang diunggah oleh Azmi Murtala dan langsung mencuri perhatian netizen.

Dalam postingan, disebutkan tampak seorang bocah laki-laki bernama Rahmat Aulia tengah berjuang membawa sang Ayah yang kesakitan menuju kabupaten Aceh Utara dengan menempuh jarak kurang lebih 160 kilometer mengendarai sebuah becak motor tua.

Bocah kelas 6 SD itu tampak tertunduk lesu kelelahan, sesekali ia termenung di atas becak tua yang telah terparkir di pinggir jalan Medan B-Aceh tepatnya di kawasan Peusangan Bireuen.

"Bocah tersebut termenung sambil sesekali menyemangati ayahnya yg sedang terbaring menahan sakit," tulis akun Facebook Azmi Murtala yang diunggah pada Kamis (26/1/2023).

Melihat pemandangan yang menyayat hati, seorang warga setempat, Pak Yanto asal Blang Mee, Aceh yang kebetulan melintas lalu menghampiri becak tersebut. Ia kemudian menanyakan maksud dan tujuan sang bocah.

Saat ditanya, bocah tersebut mengatakan ternyata ia membawa ayahnya yang sedang terbaring lemas di atas becak menuju rumah sakit di Aceh Utara.

Tak perlu menunggu lama, Pak Yanto kemudian menelpon rekannya, Azmi Murtala untuk segera membawa ambulans.

"Pak Yanto dengan sigap menelpon saya Azmi Murtala untuk membawa Ambulance Takabeya Peduli, dan H Mukhlis Takabeya pun dengan cepat memberi intruksi untuk segera merapat kelokasi," sambungnya dalam keterangan yang diunggah.

Saat ditanyakan, bocah berbadan gempal itu ternyata memang sering membawa ayahnya dari Pidie Jaya ke RSUD Cut Meutia, Aceh Utara menggunakan becak.

Sang ayah yang menderita pembengkakan di perut akibat penumpukan cairan harus segera berobat setiap sepuluh hari sekali.

"Dia ( Rahmat Aulia) setiap sepuluh hari sekali selalu membawa ayahnya dari Pidie Jaya ke Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia dengan becak tua untuk disedot cairan yang ada ditubuh ayahnya," kata akun tersebut.

Berbekal Upah Tarek Pukat

Rahmat Aulia merupakan seorang anak piatu, sang ibu meninggal sudah sejak lama.

Hidup berdua dengan sang kakak yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP, tak menghentikan semangat Rahmat untuk merawat sang ayah.

Baca juga: Terbang ke Aceh, Menko Polhukam-Mendagri Tinjau Pulau Terluar hingga Luncurkan Prangko PLBN

Dirinya tak hanya menjadi tulang punggung keluarga saja tetapi Rahmat juga berjibaku untuk merawat sang ayah yang tengah terbaring sakit.

Untuk biaya berobat sang ayah, Rahmat Aulia sehari-hari ikut bekerja sebagai penarik jaring ikan atau biasa disebut tarek pukat.

Ia selalu menyisihkan penghasilannya untuk keperluan berobat sang ayah.

Rahmat Aulia merupakan seorang anak piatu, sang ibu meninggal sudah sejak lama.

Hidup berdua dengan sang kakak yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP, tak menghentikan semangat Rahmat untuk merawat sang ayah.

Dirinya tak hanya menjadi tulang punggung keluarga saja tetapi Rahmat juga berjibaku untuk merawat sang ayah yang tengah terbaring sakit.

Untuk biaya berobat sang ayah, Rahmat Aulia sehari-hari ikut bekerja sebagai penarik jaring ikan atau biasa disebut tarek pukat.

Ia selalu menyisihkan penghasilannya untuk keperluan berobat sang ayah.

"Harapan saya kepada para Dokter yang ada di Aceh dan yg diberi kelebihan oleh Allah,,mereka tidak punya siapa siapa..bantulah keluarga ini agar mereka bisa menikmati hidup layaknya orang lain. Raseuki bak Allah," pungkasnya.

Setelah diunggah pada Kamis (26/1/2023) lalu, kisah Rahmat kini telah viral di berbagai platform media sosial.

Di Facebook, kisah bocah yang rela menempuh ratusan kilometer perjalanan menggunakan becak motor tua ini telah dibagikan ribuan kali.

Sementara di Instagram dan TikTok juga banyak warganet yang ikut terharu melihat perjuangan Rahmat.

Bahkan beberapa akun ikut membuka donasi untuk membantu kehidupan bocah tersebut.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved