Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Kirim Surat untuk Trisha yang Ultah, Yakin Akan Berkumpul Kembali
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengirimkan surat untuk putri sulungnya Trisha Eungelica. Dalam surat itu tertulis harapan Ferdy Sambo bisa bebas?
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM - Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengirimkan surat untuk putri sulungnya Trisha Eungelica.
Surat tersebut dikirimkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam rangka memperingati hari ulang tahun sang putri yang ke-22 tahun.
Pantauan TribunJakarta, surat yang dikirim Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kemudian diunggah Trisha di media sosial Instagramnya, pada Kamis (2/6/2023).
TONTON JUGA
Dari dalam Rutan Mako Brimob, Ferdy Sambo mengucapkan selamat ulang tahun kepada Trisha.
Tak lupa terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J tersebut juga menyampaikan doa dan harapannya untuk sang anak.
"Dari dalam sel Rutan Mako Brimob Papa mengucapkan selamat ulang tahun ke-22
Papa selalu berdoa disini agar kakak selalu sehat, selalu kuat, selalu semangat, selalu sukses dan panjang umur," tulis Ferdy Sambo di atas selembar kertas putih.
Ferdy Sambo kemudian meminta maaf kepada Trisha, karena ia tak lagi bisa mendampingi putrinya.
Baca juga: Sidang Perdana Mario Dandy Digelar 6 Juni 2023, Dipimpin Hakim Perkara Ferdy Sambo Cs
"Papa dan Mama minta maaf karena Kakak harus sendiri mengurus adik-adik dan rumah," tulis Ferdy Sambo.
Meski bandingnya ditolak dan tetap divonis mati, Ferdy Sambo masih mempunyai keyakinan bisa kembali berkumpul dengan anak dan istrinya.
Ia yakin tuhan akan memberikan keadilan kepadanya dan Putri Candrawathi.
"Papa dana Mama sangat yakin dengan iman bahwa Tuhan akan bekerja untuk memberikan keadilan kepada Papa dan Mama,
Sehingga Papa dan Mama dapat kembali berkumpul bersama kakak dan adik-adik membangun kembali keluarga yang utuh dan bahagia," tulis Ferdy Sambo.
Di akhir suratnya Ferdy Sambo mengungkapkan rasa sayangnya kepada Trisha.
Baca juga: Kejati DKI Siapkan 7 JPU di Sidang Mario Dandy, Ada Jaksa Perkara Ferdy Sambo Cs
"Selamat ulang tahun kak, Papa sayang kakak," tulis Ferdy Sambo.
Senada dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Trisha.
Surat tersebut ditulis Putri Candrawathi dari dalam Rutan Kejagung.
"Selamat ulang tahun ya sayang
Semoga panjang umur, sehat, sukses dalam pendidikan dan selalu diberikan yang terbaik oleh Tuhan Yesus Kristus," tulis Putri Candrawathi.
Putri Candrawathi kemudian berharap Trisha memiliki hati yang luas.
Baca juga: 2 Kali gagal Lolos Hukuman Mati, Ferdy Sambo Ajukan Kasasi
Pasalnya menurut Putri Candrawathi saat ini banyak orang-orang yang menilai tanpa tahu kebenerannya.
Rupanya meski sudah divonis 20 tahun penjara dan bandingnya ditolak, Putri Candrawathi masih belum mengakui keterlibatannya dalam kasus Brigadir J.
"Selalu menjadi anak Mama yang kuat, tegar, dan sabar karena dengan tempaan situasi sekarang ini mba akan menjadi anak yang mandiri dan tegar
Luaskan hatimu nak, karena kita hidup di zaman orang lain menilai kita tanpa tahu siapa kita yang sebenarnya
Maka belajarlah menjadi pemaaf, penyabar, dan mengikhlaskan segala sesuatu kepada Tuhan," tulis Putri Candrawathi.
Trisha Curhat Urusi Rumah dan Adik-adik
Trisha Eungelica mengeluh kini mengurusi segala urusan rumah tangga.
Setelah Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mendapatkan hukuman berat karena terlibat pembunuhan berencana Brigadir J, Trisha mau tak mau harus mengambil peran orangtuanya.
TONTON JUGA
Di media sosial TikToknya, Trisha bercerita dirinya dahulu hanya memikirkan urusan kuliah dan idolanya, BTS.
"From: "Tutor kapan ya? Udah bayar semesteran belum ya?
Liburan tanggal berapa sih? BTS Update apa ya hari Ini?" tulis Trisha.
Kini semuanya berubah, Trisha sebagai anak tertua harus mengurus keperluan rumah dan kebutuhan tiga adiknya.
Baca juga: Tribrata Ditemani Kursi Kosong Bertulis Ferdy Sambo di Kelulusan, Sikap Orangtua Murid Lain Terkuak
Tak cuma itu, Trisha juga memikirkan kebutuhan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di tahanan.
"Om tolong ini makanannya kirim ke Mama Papa ya, air minum Mama Papa udah dibeliin ya?
Ini gajinya ya Om, Bi iuran sampah bulan ini udah belum ya?
Astaga lupa bayar WiFi," tulis Trisha.

Baca juga: Banding Ditolak, Ricky Rizal Mantan Ajudan Ferdy Sambo Ajukan Kasasi
Karena harus mengurus orangtua, rumah, dan adik-adiknya, Trisha bercerita kerap kali tak bisa berkumpul dengan teman-teman.
"Gue pulang duluan ya
Kasian sama Mas Arka cuma sama bibi doang
Duh sorry gue banget gue enggak ikut ya
Mas Arka lagi demam," tulis Trisha.
Baca juga: AKBP Buddy Alfrits Towoliu Pernah Dapat Penghargaan Dari Ferdy Sambo Sebelum Tewas
Di saat Trisha mengeluh karena harus mengurusi gaji ART hingga membayar WiFi, bagaimana dengan nasib orangtua Brigadi J?
Penelusuran TribunJakarta, Brigadir J berasal dari keluarga yang sederhana.
Ayah Brigadir J Samuel Hutabarat merupakan seorang petani sawit.
Sementara Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak tercatat sebagai guru di SD 74 Suka Makmur, Sungai Bahar di Unit I.
Baca juga: Banding Ferdy Sambo Cs Ditolak Pengadilan Tinggi DKI, Jaksa Ajukan Kasasi
Rosti Simanjuntak hanya berpenghasilan pas-pasan dengan gaji Rp 600 ribu per tiga bulan.
Meskipun begitu, mereka berhasil menyekolahkan keempat anaknya, termasuk Brigadir J.
Brigadir J berhasil menjadi polisi murni karena kemampuannya.
"Anak saya almarhum itu lulus murni tanpa uang," kata Samuel.

Baca juga: Teddy Minahasa Sebut Kasusnya dengan Ferdy Sambo dan KM 50 Berbeda, CCTV Aman Tak Rusak
Namun siapa sangka, Brigadir J yang merupakan harapan orangtuanya, harus meninggal di tangan Ferdy Sambo.
Kematian Brigadir J, meninggalkan luka yang sangat dalam di hati keluarganya, terutama sang ibunda.
Hampir setiap hari Rosti Simanjuntak menangis, karena tak lagi bisa memeluk Brigadir J.
Di saat Ferdy Sambo mendapatkan vonis hukuman mati, Rosti Simanjuntak menangis bahagia.
Baca juga: Cerita Ferdy dan Keluarga Perdana Mudik Naik Kereta, Kembali ke Jakarta demi Nafkah
"Terima kasih, Tuhan, kau hadir di sini," ujar Rosti dengan cucuran air mata di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023).
Kini Rosti Simanjuntak dan Samuel Hutabarat mulai kembali menjalani kehidupannya.
"Saya merasakan ada sesuatu yang kurang lengkap di tengah keluarga kami," ucap Samuel Hutabarat.
"Merasa ada yang hilang tanpa Yoshua,"
"Merasa ada yang tidak lengkap, ternyata karena meninggalnya Yoshua," imbuhnya.
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.