Anak Pejabat Pajak Aniaya Pemuda

Warga Tak Tahu Kos-kosan Elite Rafael Alun di Blok M Disita KPK: Seminggu Ini Senyap

Sejumlah warga mengaku tidak tahu kos-kosan elite milik Rafael Alun Trisambodo telah disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Penampakan kos-kosan milik Rafael Alun Trisambodo yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Blok M, tepatnya di Jalan Mendawai I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/6/2023). Rafael Alun Trisambodo adalah mantan pejabat Ditjen Pajak Jakarta Selatan yang menjadi tersangka dan tahanan kasus gratifikasi perpajakan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di KPK.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Sejumlah warga mengaku tidak tahu kos-kosan elite milik Rafael Alun Trisambodo telah disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rumah indekos milik mantan pejabat Ditjen Pajak itu berlokasi di kawasan Blok M, tepatnya di Jalan Mendawai I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Kurang tahu kalau itu (kos-kosan disita KPK). Selama ini ya masih ada yang lalu lalang," kata warga sekitar bernama Endit saat diwawancarai di lokasi, Jumat (2/6/2023).

Dalam sepekan terakhir, Endit mengaku tidak melihat penyidik KPK yang mendatangi kos-kosan Rafael Alun.

"Nggak pernah lihat, kalau seminggu ini senyap," ujar dia.

Baca juga: Viral Wanita Duduk di Atas Padmasana Pura Sali Paseban Batu, Niluh Djelantik: Perbuatan Melecehkan!

Warga lainnya bernama Santoso juga mengaku tidak mengetahui perihal penyitaan aset Rafael Alun tersebut.

"Nggak tahu saya, biasa-biasa saja kayaknya, kayak nggak ada apa-apa," ucap Santoso.

Diketahui, kos-kosan itu disita KPK dalam rangka penyidikan kasus dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Rafael Alun.

Baca juga: Formula E Sepi Sponsor, Gilbert PDIP: Memang Ga Menarik, tapi Kesannya Seakan Kita Anti Anies

Endit mengungkapkan, kos-kosan Rafael Alun tak hanya dihuni masyarakat umum, tetapi juga Jaksa dan anggota Polri.

"(Penghuni kos) ada dari Kejaksaan, ada yang polisi. Jadi campur-campur sih, kadang mobil Provosnya juga di sini, sudah enggak heran kita kan," kata Endit.

Endit menuturkan, salah satu mobil yang terparkir di depan kos-kosan diduga merupakan milik Jaksa.

Baca juga: Aset Kontrakan Rafael Alun di Jakbar Belum Dipasang Plang Sitaan KPK, 9 Penghuni Masih Menetap

"Bisa jadi, kita nggak terlalu memahami, kadang banyak ke sini kalau lagi mampir banyak orang, kadang nggak ada," ucap dia.

Ia menyebut hingga kini kos-kosan itu masih ditempati sejumlah penghuni meski telah disita oleh KPK.

"Masih (dihuni), ada yang sebagian sudah ke luar," kata Endit.

Namun, Endit mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah penghuni indekos yang masih bertahan.

"Kalau masalah itu (jumlah penghuni kos) saya kurang tahu ya, ada yang ke luar atau yang masuk kita nggak tahu ya," ujar dia.

Beberapa orang yang diduga penghuni secara bergantian keluar masuk kos-kosan milik ayah Mario Dandy Satriyo tersebut.

Beberapa di antaranya adalah dua pria yang berboncengan motor gede (moge). Namun mereka menolak diwawancarai.

Rumah indekos milik Rafael Alun memiliki bangunan dua lantai.

Terlihat lima balkon kamar yang langsung mengarah ke jalan. Seluruhnya dalam kondisi pintu kamar yang tertutup.

Hanya saja, terdapat satu kamar yang gorden jendelanya terbuka setengah.

Tidak terlihat aktivitas di kos-kosan tersebut. Namun ada dua mobil dan satu sepeda motor yang terparkir di depan indekos.

Satu dari mobil ditutup menggunakan penutup berwarna abu yang bertuliskan Jeep.

Sementara itu, tidak terlihat tanda segel meski kos-kosan tersebut telah disita oleh KPK.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 
 
 
 


Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved